Ketik disini

NASIONAL

Pemerintah Pusat Tak Tinggal Diam

Bagikan

JAKARTAA�a�� Kasus dugaan korban pengambilan organ dari mantan TKW Qatar Sri Rabitah membuat pemerintah penasaran. Sebab, hasil tes dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mataram menyatakan bahwa ginjal dari perempuan tersebut masih utuh. Pemerintah pun masih mengorek informasi detil terkait kejadian operasi yang dilakukan tanpa persetujuan Sri.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi membenarkan bahwa informasi terbaru yang diterima menyatakan dua ginjal Sri masih utuh. Namun, dalam laporan pemeriksaan tersebut, memang ada selang artificial yang ditanam untuk memperlancar saluran urine Sri Rabitah.

a��a��Jadi ginjal dari ibu Sri Rabitah masih utuh keduanya. Hanya saja, memang ada sebuah selang di dalam tubuh ibu Sri,a��a�� jelasnya di kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, kemarin (28/2).

Namun, pemerintah mengaku terus menyelidiki kasus tersebut. Terlebih lagi ada pengakuan bahwa Sri dioperasi tanpa ada persetujuan dari yang bersangkutan. Hal tersebut juga sudah dikonfirmasi melalui KBRI Doha ke RS yang terkait. Pihak RS mengaku memang menjalankan operasi meski belum memberikan informasi detil.

Untuk saat ini, kami berkoordinasi terlebih dahulu dengan Polda NTB untuk memastikan bagaimana dampak operasi tersebut terhadap Sri Rabitah,a��a�� jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPR RI Setya Novanto sangat terkejut dengan kabar bahwa Sri Rabitah kehilangan satu ginjal. Kemarin (28/2), dia pun langsung memanggil Kepala BNP2TKI Nusron Wahid untuk meminta penjelasan terkait informasi tersebut. a�?Saya ingin mengetahui langkah-langkah apa saja yang dilakukan pemerintah dalam menyelesaikan masalah tersebut,a�? terang dia.

Dia meminta Kemenlu, Kemenakertrans dan BNP2TKI segera melakukan penelusuran terhadap kasus tersebut. Dia mengutuk perbuatan keji terhadap Sri. Menurut Ketua DPP Partai Golkar itu, sungguh di luar nalar dan akal sehat, jika ada orang yang tega melakukan perbuatan sadis yang tidak berprikemanusiaan.

Setnov, panggilan akrab Setya Novanto mengatakan, dia mendengar ada segelintir warga negara Indonesia yang bekerja di perusahaan yang memberangkatkan Sri ke Qatar. a�?Mereka menyiksa seluruh TKW yang berada di sana, terutama Sri Rabitah,a�? papar dia.

Dia meminta penegak hukum untuk menindak orang-orang yang melakukan penyiksaan. Pemerintah bisa segera menutup dan mencabut perusahaan penyalur tenaga kerja yang bermasalah tersebut. Ia berharap kasus perdagangan organ tubuh manusia seperti yang dialami Sri tidak terjadi lagi.

Nurson Wahid mengatakan, informasi hilangnya ginjal Sri masih simpang siur, yaitu antara yang diperolah dari Qatar dan yang dari Indonesia. a�?2 Maret akan dicek apakah ginjal masih ada atau tidak,a�? terang dia saat ditemui di kompleks parlemen, Senayan setelah bertemu dengan Ketua DPR Setnov.

Tapi, kata dia, menurut deteksi awal pra operasi yang dilakukan dokter Rumah Sakit Umum Daerah NTB, ginjal Sri masih ada. Namun, tuturnya, karena baru praoperasi, maka belum seratus persen benar, masih ada unsur kesalahanya. Jadi, benar atau tidaknya akan ditentukan pada 2 Maret mendatang.

Nusron mengatakan, dia juga sangat kaget dengan informasi tersebut. Biasanya setiap kejadian yang terjadi di luar negeri selalu melibatkan BNP2TKI, pemerintah dan KBRI. Menurutnya, instansinya langsung memanggil perusahaan yang mengirimkan Sri. Jika nanti terbukti melakukan pelanggaran, izin perusahaan itu akan dicabut. Majikannya akan dituntut secara hukum. a�?Tapi kita serahkan ke tim dokter dulu untuk mengecek,a�? ungkapnya. (bil/lum/JPG/r8)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka