Ketik disini

Metropolis

Dokter Pastikan Rabitah Dioperasi di Qatar

Bagikan

MATARAM – Pihak Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) NTB kembali menegaskan bahwa ginjal Sri Rabitah masih utuh. RSUP NTB juga memastikan kalau tenaga kerja wanita asal Lombok Utara yang bekerja di Qatar ini pernah dioperasi di Qatar tiga tahun lalu.

Wakil Direktur Pelayanan Medis RSUP NTB Agus Rusdhy dalam keterangan pada media di Media Center kantor gubernur kemarin menjelaskan, Sri Rabitah datang melakukan perawatan ke RSUP NTB pada 11 Februari 2017. Dia merupakan pasien yang dirujuk dari RSUD KLU dengan penyakit batu ginjal, kemudian keluhan yang dirasakan adalah nyeri pinggang kanan sampai ke punggung sejak dua tahun. Kemudian di dalam riwayat pasien, tercatat ia telah melakukan operasi batu ginjal kanan tiga tahun lalu di Qatar.

Pada 11 Februari, tim medis RSUP NTB melakukan pemeriksaan USG, dengan ginjal kiri normal. Kemudian tanggal 21 Februari kembali dilakukan CT scan yang dilengkapi dengan resume medis pada secarik kertas. Dalam resume tersebut tertulis DJ stent dextra, tidak tampak kinking. Tidak tampak netroithiasis dextra yang tervisualisasi.

Agus Rushdy menjelaskan, catatan dalam resume medis yang ditulis dokter tersebut terkait dengan batu ginjal. a�?Jadi yang dimaksud dengan tidak tampak di dalam keterangan itu adalah batu ginjal kanan,a�? katanya.

Kemudian dibenarkan terdapat vasicolitasis atau batu pada kantong kemih dengan ukuran 5,19 x 2,8 cm. Pada Selasa (28/2), pasien dirawat inap untuk operasi tanggal 2 Maret, tapi kemudian pasien telah pulang dengan alasan hendak menyusui anaknya.

a�?Rumah sakit tidak pernah mengeluarkan pernyataan bahwa tidak ada ginjal,a�? tegas Rushdy.

Ia menegaskan, sebelumnya, tim dokter tidak bisa memberikan keterangan karena mereka memang sedang melakukan pelayanan dimana pasien urologi kunjungannya cukup banyak.

Sementara itu, dokter spesialis urologi RSUP NTB Dr Suharjendro menjelaskan, pada intinya masalah ini adalah batu saluran kemih. Pasien ini dibawa dari KLU dengan riwayat pernah operasi ginjal kanan di Qatar. Ketika datang kemudian nyeri pada pinggang kanan, itu menandakan ada benda asing di dalam tubuhnya.

Pada saat diperiksa untuk memastikan apakah ginjalnya pernah diambil, ia tidak menemukan bekas luka di bagian kiri atau kanan tubuh korban. Tapi hasil USG menyatakan, di dalam tubuh korban ada batu dan DJ stent atau selang, karena pernah dilakukan ureterorenoscopy (URS) atau operasi tiga tahun lalu.

Sistem URS ini untuk melihat saluran kemih yang dimasukkan melalui alat kelamin baik pria dan wanita. Alat tersebut terus dimasukkan ke atas sampai ke ginjal. Hal ini dilakukan apabila ginjal seseorang mengalami sumbatan.

Selesai prosedur itu, harus dilakukan pemasangan stent yakni kabel kecil yang menghubungkan ginjal dengan kantong kemih. Tujuannya untuk menjamin air kecing lancar. Stent itu harus dicabut sekitar tiga minggu, dan maksimal tiga bulan, tapi itu sudah termasuk terlambat.

Menurutnya, Qatar adalah negara maju, mungkin dokter sudah menjelaskan hal ini tetapi karena sang TKW tidak memahami, sehingga selang tidak segera dikeluarkan. Akhirnya karena selang sudah lama tidak diangkat terjadi komplikasi.

Ia menjelaskan, komplikasi yang terjadi sekarang disebabkan alat tersebut terlalu lama dipasang di dalam tubuhnya, kemudian menyebabkan timbulnya batu ginjal. Tapi pihak rumah sakit tidak pernah mengatakan bahwa ginjal korban tidak ada. Padahal di CT scan sudah sangat jelas sekali. a�?Artinya ginjal kanan itu masih utuh, masih ada,a�? ujarnya.

Kepala Instalasi Radiologi RSUP NTB dr Dewi Anjarwati mempertegas bahwa ginjal kanan dan ginjal kiri Sri Rabitah ada. Dari hasil CT scan sangat gamblang menyatakan ada.

Sementara terkait catatan CT scan radiologi tanggal 21 Februari, ia menjelaskan, pertama DJ stent dextra arinya di ginjal kanan. Dari sini bisa ketahui, tidak mungkin tidak ada ginjal. Kemudian ada kata tidak tampak kinking, artinya tidak tampak tekukan bukan tidak tampak ginjal. Kalau ada DJ stent harus ada yang perlu diperbaiki reposisi. a�?Itu sudah membuktikan bahwa ginjal kanan ada,a�? jelasnya.

Kemudian ada juga kalimat, tidak tampak batu ginjal kanan yang tervisualisasi. Bahwa ada batu ginjal yang dicurigai di USG itu adalah cantolan atas DJ stent yang membatu, dan juga tidak tampak batu ginjal kanan, dalam hal ini batu ginjal yang dimaksud adalah batu ginjal yang tercecer. Kemudian ada juga catatan vasicolitasis artinya batu kantong kemih.

a�?Ternyata cantolan DJ stent tiga tahun yang nyangkut di bawah, saking lamanya dia membatu. Dia menjadi membatu, ukuran 5 x 2,8cm,a�? jelasnya.

Dengan catatan medis ini, tidak ada pihak RSUP NTB yang menyatakan bahwa ginjal kanan tidak ada. Sebab, jika ginjal diambil, tidak mungkin ada operasi mikro. Ia juga membantah, jika ada isu lain bahwa terjadi pergantian ginjal, sebab hal itu menurutnya tidak mungkin dilakukan.

Sementara itu, Direktur RSUP NTB dr H Lalu Fikri Hazmi mengatakan, pasien tersebut harus dirawat dengan baik. Pihaknya menjamin akan membantu untuk pemulihan kondisinya, meski saat ini Rabitah sedang keluar dengan alasan menyusui, tapi pihaknya tetap akan melakukan operasi kapan pun. a�?Seandainya pasien mau dioperasi, kami siap,a�? katanya.

Menanggapi hal ini, Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi meminta kepada pihak rumah sakit untuk memberikan pelayanan yang terbaik agar kondisinya kembali sembuh. Ia menyerahkan sepenuhnya kepada tim medis RUSP. Sementara terkait ada unsur tindak pidana dalam kasus itu, ia tidak ingin menduga-duga. a�?Jangan suka menduga-duga,a�? katanya.A� (ili/r8)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka