Ketik disini

Metropolis

Kagum Lihat Kemajuan Mataram, Ahyar pun Disanjung

Bagikan

Pusat Kota Mataram tampak berbeda dari hari biasanya, kemarin. Ribuan masa menyemuti titik sentral di Taman Sangkareang. Mereka datang jauh dari berbagai penjuru Lombok.

***

INAQ Isah tak henti memandang ke puncak kubah Islamic Center pagi itu. Dia tampak begitu takjub. “Besar sekali masjid ini,” katanya.

Dia adalah satu dari begitu banyak rombongan kegiatan Nusantara Berhizib dalam perayaan Hati Jadi NW ke-64. Setelah kendaraan yang ditumpanginya diparkirkan di halaman Masjid IC, ia harus berjalan kaki hingga Taman Sangkareang.

Bersama sejumlah teman, perempuan asal Aikmel itu memang baru pertama kali menginjakkan kaki di Mataram. IC bukanlah satu-satunya yang membuatnya berdecak kagum. Berbagai bangunan besar yang dilalui juga jadi bahasan ia dan teman-temannya.

Inaq Isah hanyalah satu dari begitu banyak masa yang menyemuti lokasi.

Hal itu juga dirasakan Jaka, seorang warga Pancor yang turut hadir. Menurutnya dengan pencapaian Mataram, wajar rasanya Wali Kota Ahyar Abduh bisa berbesar hati.

“Calon gubernur ini, hasilnya sudah kelihatan di Mataram,” kata pria berperawakan kurus tersebut.

Tiba di Taman Sangkareang, ribuan orang sudah berkumpul. 130 terop yang disediakan tak mampu menampung jamaah yang terus berdatangan.

Jika semua yang tercecer di berbagai titik di Mataram disatukan, boleh jadi Taman Sangkareang tak akan muat menampungnya.

“Prediksi saya banyak juga yang nyasar ke mal dan pusat perbelanjaan,” kata Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh melempar canda kala berpidato.

Mataram memang menawarkan banyak hal bagi ribuan masa NW Anjani yang datang dari berbagai pelosok Lombok. Bagi mereka yang jarang atau bahkan baru pertama kali melihat kota ini, jelas kemajuan Mataram sangat jauh dibandingkan daerahnya.

“Habis ini kita janjian mau ke Epicentrum (Lombok Epicentrum Mall) dulu,” kata Ali Ahmad, seorang siswa MDQH yang mengaku sudah mengatur janji dengan teman-temannya.

Karena kemajuan dan perkembangan yang sangat pesat itulah, banyak yang akhirnya mengelu-elukan nama Ahyar. “Hidup Pak Ahyar, calon gubernur kita,” teriak masa berulang kali tanpa dikomando siapapun.

Tentunya para jamaah berharap kemajuan Mataram bisa diaplikasikan pada daerah-daerah lain di NTB.

Acara kemarin benar-benar menjadi panggungnya Ahyar. Kemajuan Mataram yang dikonotasikan pada dirinya mampu memukau jamaah.

Dia yang berstatus kader NW juga dirasa pas untuk didukung oleh para jamaah yang hadir. Tak hanya terus dielu-elukan jamaah, para petinggi yang hadir juga kerap menyebut namanya. (WAHYU PRIHADI/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka