Ketik disini

Headline Sumbawa

Kasus PLTS Labangka Terkendala Saksi Ahli

Bagikan

SUMBAWA– Kasus dugaan korupsi dalam pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Labangka masih diselidiki. Saat ini penyidik masih membutuhkan saksi ahli untuk melakukan pengecekan terhadap PLTS yang belum berfungsi ini. Rencananya penyidik akan bersurat ke Kementrian ESDM guna permintaan saksi ahli dimaksud.

Kasat Reskrim Polres Sumbawa AKP ELyas Ericson mengatakan, permintaan saksi ahli ini sebelumnya sudah dilakukan. Pihaknya sudah bersurat ke Universitas Brawijaya Malang. Bahkan pihak universitas setempat sudah menunjuk satu orang saksi ahli. Hanya saja saksi ahli yang ditunjuk sudah tua, sehingga kondisi fisiknya tidak memungkinkan untuk datang ke Sumbawa melakukan pengecekan terhadap PLTS.

”Saksi ahli sudah bersurat resmi ke kami tidak bisa datang untuk melakukan pengecekan karena kondisinya yang tidak memungkinkan,” ujarnya.

A�Ericson, sapaan akrab perwira ini, pihaknya mencoba mencari saksi ahli lain dengan bersurat ke Kementrian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM). Dimana nantinya saksi ahli ini akan mengecek spesifikasi dari PLTS. Sehingga bisa diketahui apa yang menjadi kendala PLTS tersebut belum difungsikan.

Saat ini, pihak kepolisian hanya terkendala saksi ahli. Karena untuk kelanjutan kasus ini tergantung dari keterangan saksi ahli. Jika saksi ahli menyampaikan PLTS tidak bisa difungsikan, tentu terdapat kerugian negara didalamnya. Begitupula jika disampaikan tidak ada kendala, berarti tinggal difungsikan saja.

”Tergantung hasil pengecekan dari saksi ahli,” ujarnya.

Sejak selesai dikerjakan hingga kini proyek PLTS tersebut belum bisa dimanfaatkan. Proyek pusat senilai Rp 25 miliar tahun anggaran 2012/2013 ini, dari 70 unit yang dikerjakan hanya 38 unit yang bisa dimanfaatkan. Diduga proyek tersebut tidak sesuai spesifikasi. Dalam pengerjaan, Pemda Sumbawa hanya menyiapkan lahan sekitar 3 hektare. Sedangkan pemerintah pusat (Kementrian ESDM) selaku pelaksana dan pengadaan produk.

Dalam kasus ini, polisi sudah memanggil sebagian besar saksi terkait. Yakni sejumlah pegawai Distamben Sumbawa dan Perusda Sumbawa. Selain itu polisi juga sudah memintai keterangan mantan Kepala Distamben Sumbawa. Bahkan rekanan pelaksana yakni Direktur PT Azet Surya Lestari juga sudah dimintai keterangan. Termasuk sejumlah saksi dari Kementrian ESDM.(run/r4)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka