Ketik disini

Selong

Luncurkan Bank Sampah, Kades Pesanggrahan Diapresiasi Bupati

Bagikan

Sebanyak 53 Kepala Desa yang terpilih dalam Pilkades serentak telah dilantik 27 Februari lalu. Siapa saja mereka dan apa gagasan serta inovasi yang telah mereka siapkan bagi desa yang mereka pimpin? Berikut laporan wartawan Lombok Post.

***

Ratusan burung merpati A�dalam sangkar berjejer di depan Kantor Desa Pesanggrahan kemarin (1/3). Di dalam area Kantor Desa, ratusan warga nampak menunggu dimulainya acara serah terima jabatan kepala desa dari pejabat sementara kepada Kades terpilih H Badrun. Warga nampak tak sabar menunggu kehadiran Bupati Lotim Ali BD yang dijadwalkan hadir dalam rangkaian acara tersebut.

a�?Karena acara serah terima jabatan ini juga kami rangkai dengan acara launching program Bank Sampah di desa ini yang akan dibuka bupati,a�? tutur H Badrun kepada Lombok Post.

Bupati yang ditunggu pun akhirnya tiba. Seremonial, bupati diminta melepas salah satu burung merpati diikuti dengan dilepasnya ratusan burung merpati lainnya. Sehingga, suasana meriah dan penuh antusias menyelimuti acara serah terima jabatan kepala desa yang baru dilantik.

a�?Saya sering meminta beberapa Kepala Desa untuk belajar ke Pesanggrahan. Desa ini adalah contoh desa yang maju dan mampu berkembang. Makanya anda dipilih kembali oleh masyarakat, dijaga amanah itu dan tingkatkan kinerja,a�? pesan Bupati LotimA� kepada H Badrun dalam sambutannya.

Terkait program Bank Sampah yang langsung digagas Kades di hari pertama dirinya bekerja kemarin, Bupati mengapresiasi. Karena, menurutnya sampah di pedesaan menjadi persoalan yang sangat serius. Sampah kerap disepelekan padahal dampaknya berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat. Misalnya menyebabkan banjir dan sumber penyakit.

a�?Bagus anda kelola sampah. Sampah ini bisa bermanfaat kalau dikelola dengan baik. Bisa jadi pupuk, bisa juga di daur ulang. Tapi ingat, harus konsisten!a�? pesan Ali BD.

Program Bank Sampah diungkapkan H Badrun bukan hanya seremonial belaka. Program ini dipilih karena melihat kepedulian masyarakat terhadap sampah masih kurang. Khususnya di sekitar kawasan wisata Joben. Untuk itu, selain mengundang warga, ia pun mengundang pihak pengelola pariwisata Joben untuk membangun komitmen bersama mengatasi masalah sampah.

a�?Modelnya nanti kami yang akan jemput sampah tersebut. Kami hanya minta warga taruh di dalam karung yang akan dibagikan atau wadah sampah yang dipilah antara organik dan anorganik. Itu nanti akan ditukar dengan nilai rupiah,a�? jelasnya.

Ia sudah menjalin kerjasama dengan perusahaan daur ulang sampah plastik yang ada di Kesik. Sehingga, ia bisa mendistribusikan sampah tersebut.

a�?Ini sebagai bagian dari BUMDes. Agar sampah ini bisa memberi manfaat bagi masyarakat. Bukan sebaliknya,a�? jelas pria kelahiran Dusun Solong Desa Pesanggarahan ini.

Dengan melibatkan sejumlah pemuda desa dan tokoh masyarakat lainnya, ia meyakini program bank sampahA� menjadi salah satu solusi untuk penanganan sampah di Lotim.

Selain menyiapkan program Bank Sampah, H Badrun juga menjelaskan bahwa dirinya siap melanjutkan program yang telah dirintisnya sejak 2015 lalu yakni kursus komputer bagi pelajar. Dimana, di kantor desa disiapkan sekitar tujuh unit komputer yang digunakan untuk membina pelajar desa dari kalangan kurang mampu untuk belajar komputer.

a�?Hari ini kami juga serahkan sertifikat yang diberikan dari lembaga pengajar resmi. Ini sudah berjalan dua tahun dan meluluskan empat angkatan. Alhamdulillah ini akan bermanfaat bagi anak-anak di desa kami yang kurang mampu,a�? ungkapnya.

Sejumlah inovasi dan terobosan yang dilakukan Kades Pesanggarahan ini membuatnya kembali mendapat amanah dari masyarakat setempat sebagai pemimpin. Sehingga, ia berjanji akan terus berinovasi dan berupaya untuk membantu masyarakat dalam mengatasi persoalan yang ada hingga memberdayakan masyarakat untuk mewujudkan desa Pesanggrahan yang sejahtera. (HAMDANI WATHONI/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka