Ketik disini

Kriminal

Minta Uang Jajan, DJ Malah Beli Sabu

Bagikan

MATARAM -A� Karena godaan narkotika, DJ (inisial, Red) akhirnya tega membohongi kedua orang tuanya. Remaja 19 tahun ini kerap meminta uang jajan kepada orang tuanya. Namun uang tersebut malah digunakan untuk membeli narkotika.

a�?Duit dari orang tua. Saya minta untuk belanja, tapi saya pakai beli (narkoba),a�? kata DJ di Mapolres Mataram, kemarin (1/3).

Alhasil kebohongan itu, kini harus ia tanggung sendiri akibatnya. Ini setelah DJ dicokok polisi karena mengantongi narkotika jenis sabu dan dua butir pil ekstasi Senin (27/2) lalu, sekitar pukul 20.30 Wita, di depan pasar seni Sesela, Lombok Barat.

a�?Saya baru dua bulan ini pakai (narkoba),a�? aku DJ.

Menurut pengakuan dia, barang haram itu dibeli dari rekannya. Sabu seberat 0,39 gram dibelinya dengan harga Rp 200 ribu, sedangkan dua butir pil ekstasi dengan harga Rp 300 ribu.

a�?Dapat dari teman,a�? kata DJ yang enggan menyebut nama temannya itu.

Dia mengatakan, selama dua bulan terakhir dia selalu menggunakan narkotika di rumahnya, di Desa Midang, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat.

A�a�?Saya baru makek empat kali, itu di rumah,a�? ujarnya.

Pengakuan DJ yang kerap memakai narkotika di kediamannya dibenarkan polisi. Saat penangkapannya, polisi turut menggeledah rumah DJ. Di sana petugas menemukan satu alat hisap sabu yang dibuat dari botol parfum, dua bekas poket sabu.

a�?Kami temukan di lemari kamarnya, barang bukti itu juga diakui pelaku sebagai miliknya,a�? kata Paur Humas Polres Mataram Iptu Ida Bagus Suteja, kemarin.

Namun, jika DJ mengaku hanya sebagai pengguna, tidak demikian dengan hasil penyelidikan polisi. ditangkapnya DJ berawal dari informasi masyarakat bahwa yang bersangkutan merupakan kurir sabu dan pil ekstasi.

Saat penangkapannya, pelaku diketahui hendak melakukan transaksi dengan pelanggannya di depan pasar seni Sesela. Namun belum sempat bertransaksi, dia lebih dulu ditangkap tim Satresnarkoba Polres Mataram.

a�?Sabu dan pil ekstasi itu kita dapatkan di saku kiri depan celana pelaku,a�? beber Suteja.

Ketika diinterogasi petugas, DJ mengaku mendapat barang haram tersebut dari MU di Desa Jatisela, Lombok Barat. Sayang saat penggeledahan di rumah MU, petugas hanya menemukan alat hisap sabu dan pipet plastik.

a�?Tidak ditemukan narkotika jenis apapun,a�? ujarnya.

Sementara itu, atas kepemilikan narkotika, DJ disangka Pasal 112 Ayat 1 dan Pasal 127 Ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (dit/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka