Ketik disini

NASIONAL

Operasi Rabitah Dibantu Asuransi

Bagikan

JAKARTAA�a�� Pemerintah terus memberikan perhatian terhadap Sri Rabitah, TKI yang diduga dioperasi tanpa persetujuan. Kali ini, Kementerian Ketenagakerjaan RI memastikan bahwa perawatan Sri Rabitah di NTB bakal dibiayai. Mereka juga ikut menyelidiki kebenaran dari malapraktik yang dilakukan Rumah Sakit dan majikan di Qatar.

Direktur Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Luar Negeri (PPTKLN) Kementrian Ketenagakerjaan Soes Hindharno menyatakan, kepastian terkait pembayaran pembiayaan operasi Sri Rabitah sudah didapatkan. Menurutnya, TKI asal Dusun Lokok Ara, Desa Sesait, Kayangan, Lombok Utara, ini bisa menjalani operasi pada hari ini (2/3) tanpa harus khawatir biaya yang akan ditanggung terlalu berat.

a��a��Konsorsium Asuransi Mitra TKI menyatakan akan mencairkan klaim asuransi Rp 25 juta untuk pengobatan Sri Rabitah,a��a�� ujarnya di Jakarta kemarin (1/3).

Dia menjelaskan, hal tersebut bisa dilakukan karena pihaknya menyelidiki bahwa Sri didaftarkan polis asuransi saat ke Qatar melalui PT Falah Rima Hudaity Bersaudara. Sesuai dengan ketentuan, TKI purna penempatan yang sakit atau kecelakaan berhak mendapatkan uang pertanggungan sebesar Rp 25 juta.

a��a��Awalnya, Konsorsium Asuransi Mitra TKI meminta surat keterangan dari KBRI. Tapi, saya bilang bersedia menjadi jaminan. Yang penting pencairan klaim dipermudah,a��a�� katanya.

Terkait misteri kondisi Sri, dia mengaku sedang berusaha untuk mendapatkan keterangan rekam medis (medical report) dari RS Hamad, Qatar. Menurut laporan yang diterima, rumah sakit tersebut baru akan memberikan rekam medik Selasa pekan depan.

a��a��Sampai saat ini belum jelas apakah benar operasi yang di Qatar untuk mengangkat ginjal, atau operasi untuk tindakan lain,a��a�� ungkapnya.

Pihak RS Hamad sendiri, lanjut dia, mengaku juga prihatin terhadap kasus ini. Mereka mengaku bahwa sakit ginjal yang dialami Sri Rabitah diduga telah terjadi sejak dia sebelum berangkat ke Qatar.

Soes juga meminta agar Kementrian Kesehatan RI diharapkan melakukan audit hasil medical check up Sri Rabitah yang dikeluarkan oleh PT Falah Rima Hudaity Bersaudara. Hal tersebut karena perusahaan tersebut juga masih belum bisa dipercaya. Izin operasi dari PPTKIS itu sebenarnya sudah dicabut sejak akhir Desember 2016 karena kasus terkait pengiriman TKW sektor informal secara ilegal ke kawasan Timur Tengah.

a��a��Izin operasi PT Falah Rima Hudaity Bersaudara sudah dicabut bersama 44 PPTKIS yang lain,a��a�� tegasnya. Meski sudah dicabut, dia menegaskan bahwa pihaknya tetap bakal meminta pertanggungjawaban terhadap nasib tenaga kerja yang disalurkannya.

Sri Rabitah bekerja di Qatar sejak 18 juli 2014. Pada tanggal 11 Agustus 2014, oleh majikannya dibawa ke RS Hamad Qatar karena alasan sakit. Pihak rumah sakit mendiagnosa perempuan tersebut menderita gangguan batu ginjal. Lantas dilakukan operasi.

Sepulang dari rumah sakit, perempuan yang kini berusia 24 tahun ini sering mengalami kesakitan, hingga akhirnya pulang ke Indonesia pada 5 November 2014.A� Pada 21 Februari 2017, ia mendapatkat keterangan mengejutkan dari dokter di RSUP NTB saat membacakan hasil rontgen yang menyatakan bahwa ginjal bagian kanan tidak terlihat.

Sejak saat itu, Sri Rabitah merasa ginjalnya telah diambil paksa tanpa sepengetahuannya saat menjalani perawatan di Qatar. Namun, setelah pemberitaan ini mencuat, pihak RSUP NTB memberikan keterangan yang kontroversial dengan menyatakan ginjal mantan TKI tersebut utuh. Operasi 2 Maret besok dimaksudkan untuk mengambil selang yang ada di perut Sri Rabitah. (bil/JPG/r8)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka