Ketik disini

Headline RUBRIK

Pengamat : Suhaili Mengunci Mohan

Bagikan

MATARAM – Ketua DPD II Partai Golkar Kota Mataram H Mohan Roliskana membantah jika dia dalam posisi dilematis. Satu sisi sebagai Wakil Wali Kota Mataram mendampingi Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh, dan satu sisi sebagai kader partai yang harus menunjukkan loyalitasnya pada partai berlambang pohon beringin tersebut.

Pekan lalu Mohan menjadi perwakilan pembacaan rekomendasi DPD II Partai Golkar Kabupaten/Kota se-NTB. Mereka memutuskan mencalonkan nama H Moh Suhaili FT sebagai bakal calon gubernur (bacagub). Keputusan itu dibcakan di hadapan Ketua Umum DPP Golkar Setya Novanto dalam Rakerda Golkar NTB.

A�a�?Biasa-biasa saja saya,a�? kata H Mohan Roliskana pada wartawan, kemarin (1/3).

a�?Itu kan istilah yang dibuat kamu (wartawan, Red) sendiri,a�? sambungnya.

Mengenai perkembangan rekomendasi yang diajukan ke DPP, Mohan belum bisa berkomentar. Namun yang jelas, rekomendasi akan ditindaklanjuti oleh DPP. Berdasarkan pesan ketua umum, nama yang direkomendasikan diminta terus bekerja memperkuat konsolidasi hingga kecamatan dan anak ranting.

a�?Saya belum tahu, itu sudah di DPP,a�? ujarnya.

Menyinggung sisi lain Pilgub NTB 2018, sejumlah pihak ada pula yang melirik posisi Wakil Wali Kota Mataram. Dengan catatan, jika Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh terpilih sebagai pemimpin NTB 2018-2023. Otomatis posisi kursi wali kota menjadi kosong.

Menanggapi hal ini, Mohan mengatakan masih fokus menjalankan amanah dan menyelesaikan tugas yang diberikan masyarakat. Kalau pun ada pihak-pihak yang memproyeksikan hal tersebut, itu hal yang biasa.

a�?Tidak masalah, silakan saja,a�? tandas Mohan.

Terpisah, pengamat politik dari IAIN Mataram Agus mengatakan, penunjukan Mohan dalam pembacaan deklarasi bisa dibaca sebagai simbol instruksi DPP. Seluruh DPD tingkat II harus mengamankan kebijakan politik partai.

“Selain itu, ini adalah strategi Suhaili untuk mengunci Mohan agar loyal pada keputusan partai,” katanya.

Dikatakan, posisi Mohan dalam Pilgub NTB 2018 cukup dilematis. Ketika H Ahyar Abduh naik jadi gubernur, maka Mohan otomatis menjadi wali kota. Di satu sisi sebagai Ketua DPD Golkar Kota Mataram, dia harus taat menjalankan keputusan partai yang mendukung Suhaili FT.

“Saya kira situasi kemarin sangat tidak diinginkan oleh Mohan. Tapi Mohan juga harus loyal pada partai,” katanya. (ewi/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka