Ketik disini

Metropolis

PKL Bakal Diminta Bayar Pajak

Bagikan

MATARAM – Kota PKL adalah julukan lain bagi Kota Mataram. Selama ini Pemkot Mataram memang sangat ramah pada mereka. Bahkan tak jarang memfasilitasi lokasi berjualan.

Kini jumlah PKL di Mataram sudah mencapai 4.260. Dari jumlah itu, 1.700 diantaranya sudah masuk kategori menengah. Dengan omset perhari di atas Rp 3,5 juta.

“Mungkin saatnya mereka bayar pajak,” ujar Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana, kemarin (1/3).

Menurutnya jika wacana yang pertama kali terlontar dari Asosiasi PKL (Apkli) Mataram itu bisa direalisasikan, tentu akan sangat membantu PAD kota ini. Tak hanya itu, dengan PKL yang membayar pajak atau retribusi, juga menunjukkan semangat mereka untuk membantu pembangunan daerah.

“Saya kira perlu kita kaji serius hal itu,” ujarnya.

Jika benar hendak direalisasikan, artinya butuh payung hukum sekelas perda untuk pengesahan penarikan. Jika pembahasan bisa dilakukan cepat, boleh jadi tahun ini juga Mataram akan memiliki peraturan daerah terkait PKL.

“Saya kira SKPD terkait harus mulai memikirkan itu,” perintahnya.

Pembina Apkli Kota Mataram Masbuhin yang pertama kali melontarkan ide itu mengatakan, PKL di Mataram sangat sejahtera. Selama mau mengikuti aturan yang sangat longgar, tak ada cerita penggusuran seperti kota-kota lain.

Dengan tren masyarakat yang makin doyan berbelanja lapakan, banyak PKL yang menurutnya sudah mensejajarkan diri dengan pengusaha besar.

“Kalau omset sudah jutaan, ya pantaslah kita sebut mereka PKL menengah,” ujarnya.

Terkait penarikan pajak ia mengatakan perlu diseriusi untuk menopang keuangan daerah. Dia yakin, PKL tak akan keberatan selama ada payung hukum yang jelas yang mengaturkan.

PKL selama ini sangat menikmati berjualan di Mataram. Mereka bahkan tak mengenal istilah low seasion seperti para pemain besar. “Tiap hari ramai terus, tak ada istilah sepi di kamus PKL Mataram,” tukasnya. (yuk/r5)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka