Ketik disini

Metropolis

15 Sekolah Dipastikan Pakai UNBK

Bagikan

MATARAM – Sempat terjadi tarik ulur terkait jumlah pasti SMP di Mataram yang bakal mengikuti UNBK, kemarin (2/2) kepastian akhirnya didapat. 15 sekolah kini sudah masuk daftar dan dipastikan menyelenggarakan UNBK.

“Ya, sudah tak bisa bertambah atau berkurang lagi dari jumlah itu,a�? kata Kadis Pendidikan Kota Mataram H Sudenom, kemarin (2/2).

Dia menjelaskan, kendati sudah ditetapkan, bukan berarti masalah sudah teratasi semua. Pihaknya kini tengah memberi training singkat pada para operator dari 15 sekolah itu.

Mereka dikirim ke Semarang untuk mendapat pelatihan bagaimana mengurusi komputer-komputer sekolah, termasuk server dan perangkat internet agar tak lagi ada kesalahan kala ujian dilaksanakan. a�?Jadi kita bisa yakin nantinya, para operator mengerti tugasnya,a�? sambung Sudenom.

Terkait jumlah komputer di sekolah, ia mengatakan memang belum sepenuhnya mencukupi. Karena itu opsi meminjam milik siswa dilakukan. Siswa yang memiliki laptop sejak kini sudah didata, nantinya sepekan jelang UNBK, laptop mereka akan dikumpulkan, kemudian diinstal berbagai program yang diperlukan untuk digunakan kala ujian. a�?Itu solusi kekurangan komputer,a�? ucapnya.

Kendati meminjam, ia yakin hal itu tak berpengaruh besar. Justru siswa diuntungkan karena mereka sudah familiar dengan laptopnya masing-masing. Yang pasti Sudenom menegaskan tak boleh ada pungutan jenis apa pun untuk para siswa.

Kini, sebelum UNBK dilaksanakan, ada satu try out yang disiapkan. Selain untuk yang melakukan UNBK, try out itu juga untuk sekolah lain yang masih menyelenggarakan UN manual. Pemetaan menjadi hal yang ingin dicapai dalam try out kali ini.

Terkait hal itu, Ketua Komisi IV DPRD Kota Mataram Muhir meminta Dinas Pendidikan Kota Mataram menjadikan pengalaman tahun ini sebagai pembelajaran. Dinas, lanjutnya, harus kreatif dan inovatif dalam bertindak. Sehingga kasus kekurangan komputer tak terjadi. “Kalau saja minta dari awal, kita pasti dukung,a�? ujarnya.

Namun yang terjadi, dinas tak pernah meminta bantuan anggaran pada dewan. Padahal komitmen para wakil rakyat sudah jelas untuk dunia pendidikan Mataram. “Mendukung penuh, bahkan sangat kecil kemungkinan pengajuan anggaran ditolak,a�? ujar Muhir menambahkan.

Menurutnya, kasus membawa laptop jelas memberatkan siswa. Kendati banyak pelajar Mataram sudah memiliki fasilitas tersebut, ia menganggap sekolah lah yang harusnya bertanggung jawab.

Dengan status Mataram sebagai pusat pendidikan NTB, daerah ini harus mampu menjadi kiblat yang baik. a�?Untuk selanjutnya, jangan lagi kita merepotkan orang tua siswa,a�? tukasnya. (yuk/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka