Ketik disini

Headline Pendidikan

Hanya 15 SMP Gelar UNBK

Bagikan

MATARAM – Ujian Nasional (UN) tingkat SMP dilaksanakan Mei 2017 mendatang. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Mataram mencatat Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) diikuti 15 sekolah dari 45 SMP negeri dan swasta di Mataram.

a�?Total siswa yang akan melaksanakan UNBK sebanyakA� 2.487 orang,a�? kata Kabid Dikdas Dikbud Kota Mataram HL Mohammad Sidik, kemarin (2/3).

Adapun sekolah yang akan melaksanakan UNBK di Kota Mataram, yakni SMPN 2 Mataran, SMPN 6 Mataram, SMP 7 Mataram, SMPN 12 Mataram, SMPN 18 Mataram, SMPN 19 Mataram, SMPN 20 Mataram, MTsN 1 Mataram, MTsN 2 Mataram, MTsN 3 , MTsN Nurul Jannah Ampenan, SMPK Alethea, SMPK Kesuma, SMP Tunas Daud, SMP Muhammadiyah. Dari 15 SMP tersebut, ada 14 sekolah yang sudah mandiri alias mempunyai unit komputer sendiri.

a�?Satu sekolah yang tak memiliki fasilitas komputer sehingga menggunakan komputer SMA yang ada di kecamatan tersebut,a�? ucapnya.

Ia menuturkan, persiapan siswa SMP menghadapi UNBK tidak main-main. Saat ini sekolah pun sudah memberlakukan uji coba mandiri tata cara pengoperasian komputer, tata cara pengisian lembar jawaban, hingga teknis agar mendapatkan nilai yang baik.

a�?Nanti akan kami lakukan uji coba bersama pada 13 Maret mendatang,a�? sebut dia.

Terpisah Kepala SMPN 12 Mataram Mustajib mengatakan, keputusan melaksanakan UNBK di sekolah dipimpinnya ada yang pro dan kontra.

Sekolah melaksanakan UNBK harus menumpang, karena belum memiliki fasilitas sendiri dalam melaksanakan UN online ini.

a�?Ini keputusan dan sudah terdaftar, masak saya mau tarik lagi,a�? kata dia.

Saat ini yang terpenting, lanjut dia, bagaimana mempersiapkan siswa melaksanakan UN dengan baik. Seperti memberikan pengayaan agar nantinya siswa bisa menjawab soal dengan baik.

Selain itu, siswa juga diberikan pelatihan terkait penggunaan komputer agar siswa lebih familiar.

a�?Ini yang harus kita persiapkan,a�? sambungnya.

Sementara itu Kepala SMPN 1 Mataram Saptadi Akbar urung melaksanakan UNBK karena fasilitas minim. Ia sudah melakukan berbagai upaya agar UN online diterapkan di sekolah dipimpinnya.

Namun lagi-lagi terkendala fasilitas. Komputer minim dan server belum ada.

a�?Kita tidak mungkin memaksa diri UNBK,a�? ujarnya. (jay/r9)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka