Ketik disini

Metropolis

Ahyar: Tolong Jaga Motto Mataram

Bagikan

MATARAM – Kendati sangat pesat perkembangannya, Kota Mataram tetap memiliki embel-embel Religius dan Berbudaya dalam jati dirinya. Hal itulah yang dipesankan Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh agar tetap dipertahankan.

“Kita jaga motto itu dengan sangat maksimal,a�? katanya dihadapan pelaku pariwisata Kota Mataram, kemarin (2/3).

Pesatnya perkembangan Mataram lanjutnya merupakan implementasi dari slogan a�?Majua�? tersebut. Namun dua kata lain di belakang yang mengikutinya, yakni a�?Religius dan Berbudayaa�? juga menjadi pengikat. Ketiganya harus berjalan beriringan dalam satu irama pembangunan.

Sebagai pusat ibu kota NTB, Mataram memang berubah dengan cepat. Ahyar lantas mencontohkan beragam agenda yang bakal berlangsung di Mataram sepanjang tahun ini. Ada rapat Asosiasi Pemerintah Kota seluruh Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT. Ada pula konferensi ulama. Yang tak kalah mentereng, pekan olah raga PDAM seluruh Indonesia, dan festival jazz internasional yang baru kali pertama dilangsungkan.

“Saya ingatkan, semua acara itu dalam rangka menyokong Mataram yang Maju, Religius, dan Berbudaya,a�? ujarnya.

Dia tak ingin ragam acara yang diadakan justru mengikis nilai-nilai yang ada di kota ini. Karenanya kepada seluruh pihak yang berkegiatan di Mataram, wali kota mengingatkan agar menghargai nilai dan norma yang sudah melekat. “Saya akan awasi semuanya,a�? ujarnya.

Bahkan kepada seluruh masyarakat Mataram sebagai pemilik kota, ia meminta ikut bersama menjaga hal tersebut. Mataram yang plural, namun tetap menjunjung nilai ketimuran menurutnya solusi yang sudah lama ditawarkan daerah ini.

Dia yakin, dengan peran serta seluruh lapisan masyarakat, untuk bersama-sama membangun daerahnya, Mataram akan semakin berkembang namun tetap berpegang pada ciri khasnya. a�?Mari kita jaga bersama Mataram ini,a�? tegasnya lagi.

Acara Bermuatan Politik

Sementara itu, terkait acara Nusantara Berhizib yang kental nilai politiknya, Ahyar membantah dengan tegas. Menurutnya, acara yang disebut-sebut sebagai bentuk dukungan tidak langsung Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW) Anjani pada dirinya itu jauh dari unsur politik.

Acara yang dihadiri ribuan warga NW Anjani itu, juga banyak yang menilai sebagai aksi tandingan. Setelah beberapa hari sebelumnya, Bupati Lombok Tengah HM Suhaili FT berhasil merebut DPD II Golkar NTB untuk mendukung dirinya. Namun, lagi-lagi Ahyar membantahnya.

“Ndak ada bahas politik sama sekali,a�? ujar Ahyar santai.

Kegiatan kemarin (2/3), lanjut Ahyar, murni kegiatan keagamaan. Sebelumnya pihak NW Anjani telah melayangkan surat untuk meminjam fasiltias lapangan Sangkareang. Ahyar mengaku tidak keberatan. Bahkan secara khusus panitia juga memberi ruang baginya, sebagai pemilik fasilitas untuk memberi sambutan.

“Ya sebagai tuan rumah, saya diminta beri sambutan, itu saja,a�? terangnya.

Ia menegaskan, sejak acara dimulai sampai kegiatan ramah-tamah, tidak ada pembahasan sedikit pun terkait politik. Apalagi menyinggung soal keinginan dirinya yang akan maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2018 nanti.

Hanya saja, menariknya Ahyar cukup percaya diri ia akan mendapat restu dukungan dari NW pimpinan Hj Sitti Raihannun ZAM. “Kalau sinyal oooa�� sangat kuat,a�? ujarnya sembari tersenyum lebar.

Spekulasi lain, kegiatan Nusantara Berihizib kemarin, desas-desusnya karena rumor yang menyebut NW Pancor sudah menentukan sikap. Mendukung Anggota DPR RI Zulkiflimansyah sebagai Calon Gubernur NTB 2018. NW Anjani pun dirumorkan mendekat ke kubu Ahyar, sebagai sikap politiknya. “Kalau itu, ndak tahu saya, ndak tahu,a�? jawab dia.

Hanya saja, Ahyar memastikan dirinya akan mencoba membangun komunikasi politik. Hal ini dinilai wajar dan sudah seharusnya. Mengingat dirinya adalah alumni pendidikan NW. “Saya tentu akan minta restu. Karena saya alumni perguruan Nahdlatul Wathan dan Abituren,a�? tegasnya.

Masih soal rencana Ahyar ikut dalam Pilgub 2018, ditanya apakah aktivitasnya di luar tugas sebagai Kepala Daerah sangat tinggi, berpengaruh pada kinerjanya? Ahyar menampik. Fungsinya sebagai kepala daerah dikatakan tidak terganggu sama sekali. “Tidak. Tidak menganggu sama sekali,a�? tegasnya.

Kegiatan-kegiatan yang kerap dihadiri di luar kota, ditegaskannya dihadiri dengan memanfaatkan waktu luang. Jadi sama sekali tidak menganggu jam kerjanya sebagai kepala daerah. Bahkan, tidak jarang jika ada pekerjaan yang membutuhkan waktu pengerjaan lebih panjang, ia lembur pada malam hari.

“Malam-malam bisa saya kerjakan. Tidak ada SK yang belum ditanda tangani. Semua sudah tuntas,a�? tandasnya. (yuk/zad/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka