Ketik disini

Metropolis

Ini yang Merusak Keindahan Kota

Bagikan

MATARAM – Perilaku sejumlah oknum pengunjung taman di Kota Mataram, sungguh tak pantas ditiru. Bukannya menikmati keindahan taman dan ikut menjaga serta merawat, beberapa oknum pengunjung malah melakukan aksi tak terpuji. Mereka merusak dan mencuri lampu-lampu taman.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Mataram H Kemal Islam juga terlihat geram. Ia pun mengakui raibnya lampu di taman Malomba, juga karena dicuri. “Iya, itu salah satunya (yang dicuri),a�? Kata Kemal.

Tetapi ternyata, tidak hanya di taman Malomba. Kemal mengatakan hampir semua taman yang memiliki lampu taman ada saja yang dirusak dan dicuri. Dirinya bahkan terlihat pesimis dengan satgas penjaga taman, bisa meminimalisir aksi penucurian.

a�?Kalau (oknum) warganya seperti itu ya gimana mau indah,a�? cetusnya kesal.

Ia menambahkan, ini murni soal mindset pengunjung. Pihaknya sulit melangkah lebih jauh melakukan pengembangan dan inovasi terhadap taman. Jika, lengah sedikit saja, taman jadi rusak lagi. Prilaku ini sangat disayangkan. Menurutnya, masyarakat masih minim rasa memiliki.

Masyarakat seharusnya bisa mengambil peran. Ikut membantu mengawasi tangan-tangan usil yang ingin merusak taman.

a�?Tidak mungkin kita hanya tambah pengawas taman. Mau berapapapun kalau perilaku masyarakatnya seperti itu, ya tetap saja (ada yang rusak),a�? cetusnya.

Dengan kerusakan-kerusakan itu, pihaknya harus menganggarkan perbaikan kembali. Padahal jika saja masyarakat bisa ikut membantu mengawasi, anggaran perbaikan bisa dialihkan untuk pengembangan lebih baik.

Kemal mengatakan, saat ini saja terdata sebanyak 30 titik lampu taman yang dirusak oknum pengunjung. “Nilainya sih tidak terlalu besar. Kalau harga lampu ya sekitar Rp 30 ribu,a�? ujarnya.

Tetapi jika perusakan ini masif dilakukan, biaya perbaikan pun bisa jadi membengkak. Kemal mengatakan, pihaknya memang sudah melakukan perbaikan kembali secara bertahap. Ia mengaku tidak ada langkah khusus meningkatkan pengamanan.

“Ndak ada. Tinggal warganya saja (mau dijaga atau tidak),a�? tutupnya.

Sebelumnya, Kabid Ruang Terbuka Hijau (RTH) DPKP Kota Mataram Nanang Edward juga mengeluhkan hal yang sama. Bahkan, tidak hanya lampu taman yang dirusak pengunjung. Ada juga pengambilan kabel dan bunga-bunga taman.

Persoalan ini diperumit dengan jumlah satgas yang mengawasi taman masih sedikit. Saat ini hanya ada 24 orang satgas. Mereka bekerja secara shift untuk pagi dan sore hari.

“Sekarang lihat di udayana. Sudah tidak ada lagi bunga-bunga yang bagus. Cabut tanamannya di atas jam 3 malam, setelah satgas pulang,a�? tutur Nanang. (zad/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka