Ketik disini

Metropolis

Belum Berani Keluarkan Izin Pondokan

Bagikan

MATARAM – Sebagian besar pondokan di Kota Mataram belum memiliki izin operasional. Salah satunya seperti di Kelurahan Gomong Lama yang memiliki cukup banyak pondokan. Tak satupun dari rumah pondokan tersebut memiliki izin.

Lurah Gomong Lama, Lalu Husni Bardin mengakui, wilayahnya termasuk banyak terdapat pondokan mahasiswa. Hal ini dikarenakan letaknya yang sangat dekat dengan Universitas Mataram dan IKIP Mataram.

“Pondokan di sini lumayan banyak karena dekat dengan kampus,” ujarnya.

Pondokan di Kelurahan Gomong Lama sebanyak 56 pondokan. 38 pondokan berada di Lingkungan Gomong Lama, 7 di Lingkungan Gomong Barat, dan 11 di Lingkungan Gomong Sakura. Semua pondokan tersebut diakui Nyoman belum memiliki izin operasional meski Perwal telah diterbitkan.

“Perwalnya juga masih baru,” kata Husni.

Ia menuturkan, pemilik pondokan sangat antusias mendaftar izin. Hanya saja terkendala pada tim perizinan. Pihak kelurahan belum bisa membentuk tim verifikasi kelayakan pondokan tersebut. Hal ini disebabkan juklak untuk perizinan pondokan tersebut belum ada.

“Jadi belum bisa kita keluarkan izin,” sambungnya.

Husni mengatakan, pembentukan tim perizinan dinilai sangat penting. Sebab banyak pihak yang perlu ikut serta dalam verifikasi kelayakan sebelum mengeluarkan izin tersebut. Di antaranya keterlibatan Satpol PP, Bakesbangpol, Babhinkamtibmas dan Babinsa.

“Mereka juga perlu dilibatkan,” tegasnya.

Ia melanjutkan, pihaknya bersama Bakesbangpol dan Satpol PP telah melakukan sosialisasi mengenai hal ini. Bahkan pemilik pondokan merespon positif hal tersebut. Namun hal tersebut terbentur masalah teknis. Pihaknya belum berani mengeluarkan izin meskipun kewenangan sudah diberikan pada kelurahan masing-masing.

“Jadi sekarang kita masih menunggu juklak dari pemerintah kota dulu,” pungkasnya.

Belum juga terbitnya izin pondokan juga berpengaruh pada pendapatan asli daerah (PAD). Pondokan juga merupakan salah satu sektor penarikan pajak oleh Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram.

Dikonfirmasi sebelumnya, Kepala BKD Kota Mataram H M Syakirin belum bisa menentukan jumlah potensi PAD pondokan. Saat ini pihaknya masih menunggu jumlah pondok yang telah berizin dari masing-masing kelurahan.

“Kita masih kedepankan izin dulu,” ujarnya.

Ia mengakui pondokan memberi peluang potensi yang sangat baik untuk PAD Kota Mataram. Hal ini mengingat banyaknya pondokan di Kota Mataram. Di antaranya seperti di Kelurahan Kekalik, Gomong Lama, Dasan Agung, dan Pagesangan.

“Kita harus tahu jumlahnya dulu baru bisa tahu jumlah besar kecilnya potensi yang didapatkan,” katanya. (fer/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka