Ketik disini

Praya

Cara Unik Polres Loteng Gelar Operasi Simpatik

Bagikan

Ide parodi keselamatan berkendara  yang dilaksanakan Satlantas Polres Lombok Tengah (Loteng), datang dari Kapolres AKBP Kholilur Rochman SIK. Tujuannya, untuk mengingatkan pengendara tertib berlalu lintas.

***

Lampu  lalu lintas di sekitar pertokoan Praya hari itu nampak berbeda. Ada pemandangan tak biasa. Begitu lampu merah menyala tiba-tiba ada sesosok pocong melintasi para pengendara.  Ia berjalan lengkap dengan bercak darah dari kain kafannya. Di sampingnya ada korban luka-luka yang ditarik dengan kursi roda. Selain itu ada pria lainnya yang nampak luka-luka.

Sejumlah pengendara yang melintas nampak kebingungan. Darimana datangnya mahluk mengerikan ini. Andai saja ini terjadi malam hari bisa jadi para pengendara berhamburan ketakutan. Tapi berhubung ini terjadi siang hari, banyak pengendara yang justru senyum-senyum sendiri. Ada juga yang sibuk mengabadikan momen ini melalui kamera telepon genggamnya.

Mahluk aneh yang bergentayangan di siang hari tersebut rupanya bukan pocong atau korban kecelakaan sungguhan. Mereka tengah memainkan peran dalam parodi tentang keselamatan berkendara.

Tampilan menyeramkan yang mereka hadirkan hari itu adalah sebentuk pesan bagi pengendara agar tertib di jalan raya. Jika tidak bukan tidak mungkin kecelakaan lalu lintas akan terjadi dan membuat para pengendara seperti yang diperankan dalam parodi ini.

“Mereka ini adalah, korban-korban kecelakaan. Jangan sampai mengikuti jejak mereka,” cetus Lalu Arsil, personel Satlantas Polres Loteng.

Begitu lampu hijau dan kuning menyala  mereka menepi di pinggir jalanh. Sebenarnya cara semacam itu, bagi sebagian personel Satlantas, pengendara, bahkan pemeran parodi, cukup menakutkan. Apalagi, berperan sebagai orang yang sudah meninggal alias pocong.

“Sampai salah satu pemeran parodi kami, benar-benar takut. Tapi, ini adalah tugas, mau tidak mau harus dilaksanakan,” sambung Kasat Lantas Polres Loteng AKP Pratiwi Novinati.

Bagi Pratiwi sosialisasi tersebut, ternyata benar-benar menyentuh. Pengendara, mengaku merasakan pesan yang disampaikan. Mereka takut, lakon dalam parodi itu benar-benar menimpa mereka.

“Ingat, kunci keselamatan adalah, tertib berlalu lintas. Itu saja,” ujarnya.

Ia mengingatkan, kecelakaan bisa menimpa siapa saja, kapan saja dan dimana saja. Tapi, jika dalam berkendara, para pengendara mematuhi rambu lalu lintas, maka keselamatan yang didapatkan. Begitu pula sebaliknya. “Saya memang merasa takut, saat berperan sebagai pocong,” tambah Udin, salah satu pemeran parodi keselamatan.(

Dedi Shopan Shopian – Praya

dss/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka