Ketik disini

Selong

Guru Madrasah Tagih Dana BOS

Bagikan

SELONGA�– Sejumlah guru honorer di beberapa sekolah di Lombok Timur (Lotim) hingga saat ini belum menerima honor. Hal ini lantaran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) belum dicairkan. Bahkan ada yang mengaku A�belum menerima hingga lima bulan.

“Ini menjadi masalah bagi kami di Ponpes Jabal Hikmah. Ini juga catur wulan pertama tahun 2017 kami belum terima,” kata Kepala SMP Islam Jabal Hikmah, Mahsar.

Untuk tersendatnya dana BOS triwulan keempat di tahun 2016, diakui Mahsar karena keterlambatan mengakses data Dapodik. Pihak SMP Islam mengaku terlambat dua hari mengakses data. “Bulan berikutnya kami akses, kami mendapat penjelasan bahwa dana BOSnya ditunda,” bebernya.

a�?Di akhir tahun itu kami mempertanyakan kembali mana dana BOS kami terutama di SMP Jabal Hikmah, namun Dikpora Lotim saat itu mengatakan belum bisa terbayarkan karena belum ada anggaran di Provinsi,” tambahnya.

Sehinga dana BOS triwulan keempat hingga saat ini pun akhirnya belum bisa terbayarkan. Hal ini berdampak pada operasional sekolah. Dimana aktivitas belajar mengajar lesu dikarenakan tidak ada dana BOS yang digunakan untuk membayar honor guru, hingga operasional cetak soal ujian semester.

“Tetapi kami di sini tetap berikhtiar untuk bagaimana meningkatkan kualitas pendidikan di Ponpes ini,” ucapnya. Mulai sejak awal tahun 2017 pihak sekolah sudah mengasramakan siswa. IniA� sebagai persiapan menghadapi Ujian Nasional. Bahkan SMP Islam Jabal Rahmah bertekad tahun ini siap UNBK dengan segala upayanya.

“Makanya kami mohon kebijaksanaan Pemkab dan Pemprov untuk mencairkan dana BOS triwulan keempat 2016 dan pertama tahun 2017 untuk membayar honor guru dan utang operasional sekolah senilai sekitar Rp 34 juta,” pintanya.

Terpisah, Kepala Dinas Dikbud Lotim HL Suandi mengaku pencairan dana BOS untuk triwulan pertama tahun 2017 saat ini masih dalam pembahasan administrasi dengan Pemerintah Provinsi. a�?Saat ini sedang berproses,a�? kata dia.

Terkait alasan keterlambatan dana BOS yang biasa terjadi di sejumlah sekolah, menurutnya hal tersebut disebabkan terkendalanya SPJ atau surat pertanggung jawaban penggunaan dana BOS. Inilah yang akan menjadi perhatian Dinas Dikbud agar mengimbau sejumlah sekolah untuk mengubah kebiasaan keterlambatan menyerahkan SPJ BOS.

TerkaitA� jumlah dana BOS bagi seluruh siswa yang ada di Lotim, Lalu Suandi mengkau belum mengetahui data pastinya. Namun, dijelaskan setiap siswa untuk jenjang SD mendapatkan bantuan BOS senilai Rp 800 ribu per tahun. Untuk pelajar SMP senilai Rp 1 juta sedangkan untuk SMA mencapai Rp 1,4 juta. (ton/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka