Ketik disini

Giri Menang

Libatkan Semua Pihak, Jaga Kepuasan

Bagikan

Tiga tahun lalu tepatnya Mei 2014, Yuni Hari Seni dilantik sebagai Kepala Desa Sesaot. Ia menjadi satu-satunya kepala desa perempuan. Banyak hal yang sudah dilakukannya untuk membenahi Desa Sesaot. Salah satunya di sektor pariwisata.

***

GIRI MENANG – Jika dilihat sepintas, wanita 36 tahun ini sama seperti kaum hawa lainnya. Di rumah ia menjadi ibu rumah tangga yang baik bagi suami dan anak semata wayangnya. Namun saat di kantor, itu berubah 180 derajat.

Meski dikenal pribadi yang ramah dan mudah bergaul. Namun di lain sisi ia dikenal sosok yang tegas. Tidak neko-neko mengambil keputusan.

Satu keputusan tepatnya adalah mengamini permintaan masyarakat maju menjadi calon kades 2014 lalu. Dia akhirnya menang.

Awalnya ia mengaku sempat kebingungan dengan jabatan kades yang disandang. Namun rasa keingintahuan dan tanggung jawab, ia rajin konsultasi dengan rekan-rekan sesama kades. Menyerap aspirasi warga, tak malu untuk bertanya ketika ada hal yang tidak tahu terus ia lakukan.

Tanggal 29 Mei 2017 mendatang, genap empat tahun dia memimpin Desa Sesaot. Sosok wanita satu ini, sempat menjadi sorotan. Karena menjadi satu-satunya kepala desa wanita di Lombok Barat (Lobar). Pengalaman yang minim membuat ia sempat diragukan.

Namun berkat tangan dinginnya, ia membuktikan jika diberi kesempatan kaum perempuan bisa bersaing dengan kaum adam.

Buktinya, kini wisata Sesaot kini menjadi salah satu wisata yang mulai diperhitungkan di NTB. Bahkan terakhir, wisata Sesaot terpilih menjadi salah satu wisata berstandar internasional.

Kawasan wisata Sustainable Tourism Observatorium (STO). Sebuah konsep pembangunan destinasi pariwisata berstandar internasional. Dengan menjaga lingkungan (environmental) dan memberdayakan komunitas.

Selain itu, Desa Sesaot juga ditunjuk menjadi Kampung Kreatif Sekawan yang dikelola masyarakat Desa Sesaot, Desa Pakuan, dan Desa Buwun Sejati. Kampung Kreatif ini akan menjadi etalase bagaimana sektor pariwisata bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar destinasi, terutama para perempuan.

Keberhasilan-keberhasilan itu semua tentu tidak mudah dicapai. Ini berkat tangan dingin dari seorang Yuni. Dia selalu melibatkan masyarakat dalam perencanaan program untuk objek wisata. Program di objek wisata sekarang hampir rata-rata bagaimana memberdayakanmasyarakat sekitar. Ia ingin mengajak masyarakat turut menjaga objek wisata.

”Kalau bukan kita yang menjaga siapa lagi,” ungkapnya.

Setiap permasalahan yang ada harus segera dicarikan jalan keluar. Apalagi menyangkut masalah pariwisata. Alumnus Universitas Terbuka Mataram ini cepat dan tanggap. Baginya kepuasan pengunjung nomor satu.

Prinsipnya, jangan pernah kecewakan orang. Ia sadar keberhasilan yang dicapai sekarang karena dukungan masyarakat. Karena itu dia tetap rajin turun ke bawah menyerap aspirasi.

Selalu menggandeng tokoh agama, pemuda dan masyarakat apabila ada program yang dicanangkan. Lewat pendekatannya itulah, setiap permasalah di Desa Sesaot berhasil tertangani.

”Mudah-mudahan, keberhasilan tersebut akan mengubah pandangan masyarakat terhadap pentingnya menjaga objek pariwisata,” harapnya.

Kini, tugas berat menantinya. Bagaimana agar pariwisata Sesaot terus maju dan berkembang. Sehingga menjadi salah satu sumber PAD terbesar Lobar di sektor pariwisata selain Senggigi. Dan tentunya dilirik oleh wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara. ( M ZAINUDDIN/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka