Ketik disini

Giri Menang

Peraih Emas Ini Terpaksa Bela Jabar

Bagikan

GIRI MENANG – Gelaran Pekan Olahraga Paralimpik Nasional (Peparpenas) XV/2016 Jawa Barat telah tuntas tahun lalu. Gelaran empat tahunan itu menjadi wadah bagi penyandang cacat membuktikan diri bisa meraih prestasi dibidang olahraga.

Salah satu penyandang disabilitas yang telah membuktikan itu adalah Munawir Haris. Pria berusia 21 tahun ini adalah warga Dusun Montong Are Tengah, Desa Montong Are, Kecamatan Kediri.

Dalam ajang bergengsi bagi para atlet penyandang cacat tersebut, meraih dua medali emas di cabang olahraga renang. Yakni di nomor gaya dada 100 meter dan 50 meter.

Bagi Munawir prestasi itu sungguh luar biasa. Sayang baginya kurang terasa spesial. Lantaran dalam even tersebut ia mewaili Jawa Barat, bukan NTB.

Meski memiliki niat tinggi untuk mewakili NTB, keinginan tersebut terganjal karena kurangnya perhatian daerah. Walaupun demikian, dia tetap berharap bisa menjadi bagian kontingen NTB suatu saat nanti. Salah satunya di Peparpenas 2020 Papua.

“Senang dapat mendali emas, tapi saya sangat ingin membawa nama daerah sendiri, bukan daerah orang,” imbuhnya ditanya perasaan meraih dua medali emas.

Munawir memang membuktikan kerja kerasnya latihan selama ini membuahkan hasil. Namun dia kurang beruntung karena tak bisa membela tanah kelahirannya.

Marsah, ayah Munawir Haris mengakui, jika putra pertama dari empat bersaudara itu cukup mahir berenang. Aktivitas itu sudah ia jalani sejak berumur tujuh tahun.

“Walaupun dia seperti itu (tidak bisa berjalan) tekadnya kuat. Saya dulu khawatir saat dia berenang di kali yang airnya besar, tapi tetap dia bisa,” kenangnya.

Marsah mengungkapkan keinginan anaknya sekarang hanya satu. Ingin membela NTB di ajang tingkat nasional. Ia cukup menyesalkan kenapa Jawa Barat lebih melihat potensi anaknya ketimbang daerah sendiri.

Ia berharap ada support dari daerah. Karena dulunya, Munawir sempat meminta diakomodir menjadi kontingen NTB. “Dia sempat diragukan kemampuannya dulu, mungkin karena kondisinya yang seperti ini,” sesal Marsah. (zen/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka