Ketik disini

Metropolis

Ini Bukan Tamannya Orang “Jomblo”

Bagikan

MATARAM – Salah satu cara mempercantik kota dan menambah ruang terbuka hijau yakni dengan menambah taman. Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kota Mataram, belum lama ini, sempat melontarkan keinginannya untuk membangun taman baru. Taman itu juga telah disiapkan namanya. Yakni Taman Jomblo.

Pemilihan nama ini, sebenarnya untuk mengakomodir tren istilah yang cukup populer di anak muda. Terutama bagi mereka yang tidak punya pasangan.

“Tetapi ini rupanya menimbulkan pro-kontra,” kata Kepala DPKP Kota Mataram H Kemal Islam.

Beberapa tokoh agama, masyarakat dan budaya memberi masukan, agar nama itu urung dipakai. Alasannya, seperti ada nuansa untuk melegalkan ruang bagi mereka yang ingin mencari pasangan. Bahkan, nama ini dinilai bertentangan dengan semangat atau moto kota yang Maju, Religius dan Berbudaya.

“(Mereka mempertanyakan) apakah nama ini (Jomblo) sesuai dengan moto di Kota Mataram yang maju religius dan berbudaya, ada kesan sedikit porno,” ujarnya.

Penolakan itu pun telah direspons positif. saat ini, DPKP tengah mencari nama lain yang sesuai dengan semangat moto kota. Bagi Kemal, masukan-masukan positif seperti ini tentu akan diterima. Selama tujuannya untuk kebaikan bersama.

“Itu kan hanya nama. Jangan sampai setelah dibangun baru diproses kan repot,” sambungnya.

Hanya saja, konsep dari taman tetap dipertahankan. Rencananya taman yang akan dibangun pada triwulan kedua, tepatnya pada bulan April nanti, tetap akan dibangun spesifik. Dengan jumlah tempat duduk lebih banyak, lampu taman lebih terang dan layanan internet gratis.

“Kalau pun nama taman belum dapat yang sesuai, ya pembangunan tetap akan kita mulai April, ini kan cuma soal nama saja. Apa sih arti sebuah nama,” cetusnya.

Pembangunan taman Jomblo, disiapkan anggaran sebesar Rp 700 juta. Anggaran dari APBD Kota Mataram. Di bangun di atas lahan seluas 25 are di blok timur taman Udayana (sebelah timur jembatan). Sementara area bermain rintangan sepeda BMX rencananya akan di pindak ke belakang tugu Bumi Gora. (zad/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka