Ketik disini

Tanjung

Bupati Tidak Akan Intervensi

Bagikan

TANJUNG – Kepala Dusun Trawangan LU (inisial, Red) telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan pungutan liar di Gili Trawangan. Dugaan pungli ini terkait pengelolaan sampah, keamanan, dan pendidikan di Gili Trawangan.

Terkait penetapan Kadus Gili Trawangan menjadi tersangka, Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar mengatakan, pemkab menyerahkan seluruhnya proses hukum kasus tersebut kepada aparat penegak hukum. ”Sekarang tinggal pak kadus membuktikan apa yang dituduhkan tidak benar,” ujarnya, kemarin (6/3).

Najmul mengungkapkan, sebelum ditetapkan menjadi tersangka, dirinya sudah pernah bertemu dengan kadus untuk membicarakan hal ini. Dalam pertemuan tersebut, dirinya meminta kadus harus bisa membuktikan apa yang dituduhkan tidak benar.

”Misalnya dari tim Saber Pungli menyatakan ada perbedaan dana yang masuk dengan dana yang tercatat dan keluar. Nah ini tugas pak kadus untuk membuktikan itu tidak benar,” tandasnya.

Menurut Najmul, penetapan tersangka tersebut merupakan status yang masih boleh dilakukan pembelaan. Namun Najmul menegaskan pihaknya tidak akan melakukan intervensi apapun dan menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.

Lebih lanjut, Najmul mengatakan, penetapan tersangka kadus Gili Trawangan ini tidak akan mengganggu aktivitas di Gili Trawangan termasuk proses pelayanan di kantor dusun. Karena pemerintahan bisa diambil alih pemerintah desa Gili Indah. ”Masih ada kades jadi tidak ada yang terganggu,” katanya. ”Tapi kita juga saat ini melakukan kajian apakah dibutuhkan penunjukkan Plt atau tidak,” imbuhnya.

Dalam operasi tangkap tangan (OTT) beberapa waktu lalu di Trawangan, Tim Saber Pungli NTB mengamankan barang bukti uang senilai Rp 63,1 juta, dua buah laptop, telepon genggam, kwitansi penerimaan dan penyerahan uang, dua buku tabungan, serta dua kartu ATM milik bendahara. (puj/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka