Ketik disini

Metropolis

Gagas Swalayan Syariah

Bagikan

MATARAM – Kota Mataram dipersiapkan menjadi proyek percontohan di NTB sebagai tempat pendirian swalayan syariah atau syariah mart. Kini Dewan Masjid NTB dan Pemkot Mataram tengah merancang rencana pendirian pusat-pusat perbelanjaan berbasis syariah tersebut.

“Hari ini kami sudah bertemu dengan Pemkot Mataram, sebelumnya juga sudah dengan Pemprov NTB,” ujar Ketua Dewan Masjid NTB HL Mujitahid, kemarin (6/2).

Kepada Lombok Post dia menjelaskan Syariah Mart tersebut bakal berbentuk koperasi. Didirikannya pun di masjid-masjid yang ada di berbagai penjuru Mataram.

Untuk proyek awal, 10 masjid yang ada di komplek pemukiman dipilih. ”Masjid-masjid itu kita anggap lebih siap karena warganya rata-rata berpendidikan baik,” ucapnya.

Koperasi syariah berbasis masjid tersebut lanjutnya sesuai hasil rakernas Dewan Masjid Indonesia. Khusus untuk Mataram, langkah tersebut menurutnya pas dan sesuai dengan slogan religius yang menjadi salah satu dari tiga kata moto daerah.

Bahkan, pendirian koperasi syariah itu, lanjut Mujitahid, juga sangat pas untuk mendukung wisata halal yang tengah tumbuh dan berkembang di NTB. “10 masjid ini jadi pilot project dulu, nanti menyebar ke masjid-masjid lain di seluruh NTB,” jelas mantan Wali Kota Mataram itu.

Sebelum pertemuan dengan Pemkot Mataram kemarin, pihaknya sudah melakukan sosialisasi pada 10 pengurus masjid tersebut. Dijelaskannya, saat periode awal, sejumlah masalah pasti bermunculan. Salah satunya adalah pengurus yang belum tentu siap mengelola koperasi.

“Masih ada anggapan masjid hanya untuk salat dan ibadah saja,” katanya menjelaskan salah satu pemikiran yang berpotensi menghambat. Padahal, lanjut Mujitahid, saat zaman Nabi Muhammad dulu, masjid adalah pusat segala kegiatan umat.

Studi banding ke Jogja dan Surabaya kini disiapkan untuk para pengurus masjid yang akan membangun koperasi syariah. Sepulangnya, mereka diharap mendapat bekal yang cukup untuk memulai syariah mart tersebut. Mujitahid yang juga berpengalaman mendirikan bank syariah di NTB mengatakan siap mentransfer ilmunya. ”Toko syariah ini nantinya akan layani jamaah masjid,” ujarnya.

Selain jelas berdampak positif bagi anggota, terobosan ini diyakini mampu memberikan suntikan dana operasional bagi masjid-masjid yang memulainya.

Terpisah, Kadis Koperasi Perindustrian dan UKM Kota Mataram Yance Hendra Dirra sebelumnya mengatakan koperasi memang sangat berguna untuk menopang ekonomi. Sesuai prinsipnya, koperasi dibentuk untuk membantu para anggota yang terlibat di dalamnya. ”Di sejumlah Negara maju, pola serupa juga dilaksanakan dan hasilnya terlihat nyata,” ujarnya.

Dalam kasus di Mataram, ia mengingatkan sejumlah koperasi masuk kategori tidak aktif. Kepengurusan yang tak berjalan baik, hingga modal yang tak berputar jadi pangkal masalah. SDM pengurus dan anggota juga penyebab masalah-masalah yang ada.

“Untuk yang mau dibantu supaya aktif kami siap, sebaliknya yang tak bisa dihidupkan akan kami suntik mati,” jawabnya.

Dia berharap, koperasi yang ada bisa  terus berjuang untuk bertahan. Setelahnya, harus mulai dipikirkan cara mensejahterakan anggota sesuai core bisnis yang dipilih. Sebagai soko guru perekonomian nasional, koperasi yang dari rakyat untuk rakyat menurutnya bisa menjadi solusi maslaah ekonomi di tengah masyarakat.

“Syaratnya koperasi itu aktif dan berjalan baik, itu yang kami terus dorong,” tukasnya. (yuk/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka