Ketik disini

Praya

Keamanan Wisatawan Prioritas Utama

Bagikan

PRAYA – Kapolda NTB Brigjen Pol Firli mengingatkan kepada seluruh masyarakat di Lombok Tengah (Loteng), agar menjaga keamanan objek pariwisata. Khususnya, para wisatawan. Mereka adalah aset berharga yang mampu mendongkrak ekonomi masyarakat itu sendiri.

“Terlebih setelah ada kawasan ekonomi khusus,” kata Brigjen Pol Firli, kemarin (6/3) saat bersilaturahmi dengan Bupati HM Suhaili FT, Wakil Bupati Lalu Pathul Bahri dan pejabat SKPD di pendopo bupati.

Ia melihat, potensi kemajuan ekonomi masyarakat di Loteng. Tinggal bagaimana masyarakat menyiapkan diri, menerima perubahan. Khususnya, menyangkut perubahan prilaku.

Di dunia pariwisata, saran Brigjen Pol Firli masyarakat dituntut untuk mengubah prilakunya masing-masing. Jika itu dijalankan pihaknya optimistis wisatawan akan berdatangan ke Loteng. “Kalau masyarakat sejahtera, maka secara otomatis kejahatan berkurang. Begitu pula sebaliknya,” katanya.

Teori itu pun, menurut Brigjen Pol Firli benar adanya di lapangan. Karena, kejahatan yang terjadi selama ini, asal muasalnya dari persoalan ekonomi.

“Sekali lagi, kalau berbicara pariwisata, maka keamanan harus diutamakan,” serunya.

Sementara itu, Bupati HM Suhaili FT mengatakan, seiring perkembangan waktu, keamanan dan ketertiban masyarakat  di Loteng mulai meningkat. Terlebih, Pemkab membentuk Badan Keamanan Desa (BKD) dan Krama Desa. Masing-masing memiliki peran yang sama untuk menjaga Kamtibmas.

Mereka tekan Suhaili menjadi garda terdepan. Ia menambahkan, kerja sama dengan Babinkamtibmas dan Babinsa selama ini terjaga dengan baik.

“Dulu, daerah kami ini dikenal zona merah, rawan kejahatan, rawan konflik. Sekarang, Alhamdulillah berkurang,” kata Suhaili.

Pola semacam itu pun, kata orang nomor satu di Loteng tersebut, terus dipertahankan dan ditingkatkan. Dengan harapan, program kerja pemerintah berjalan sukses. “Kami di Loteng, terbagi dalam tiga zona kewilayahan. Alhamdulillah, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan, yang saling menutupi,” terang Suhaili.(dss/r2)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka