Ketik disini

Headline Metropolis

Optimis Tuntas Bulan Ini

Bagikan

MATARAMA�– Proses penyelesaian lahan di KEK Mandalika Resort cukup alot. Meski demikian, Pemprov NTB optimis masalah tersebut bisa dituntaskan bulan Maret ini. Sebab sudah ada beberapa kemajuan yang disepakati dengan warga.

a�?Bulan ini mungkin sudah selesai, kita optimis bisa,a�? kata Asisten I Setda Provinsi NTB M. Agus Patria, kemarin (6/3).

Dari 109 hektare lahan yang bermasalah di KEK Mandalika, 46 hektare diantaranya sudah terverifikasi dan masih dalam tahap akhir untuk pembayarannya. Sementara sisanya 63 hektare akan diselesaikan pada tahap kedua. Tapi bukan tidak mungkin sebagian bisa dituntaskan sekaligus pada tahap pertama.

Sekarang tim sedang fokus untuk menyelesaikan lahan 46 hektare yang siap diberikan uang tali asih. Namun pembayaran tertunda karena beberapa lahanA� masih harus verifikasi kembali, sebelum PT ITDC memberikan dana tersebut kepada warga.

Tim juga sudah turun ke lapangan untuk mengukur ulang beberapa titik yang diragukan luas lahanya. Sebab ada perbedaan antara luas di sporadik dengan luas lahan di lapangan. Untuk itu, perlu dilakukan pengukuran ulang. a�?Tujuannya (ukur ulang) agar tidak salah dalam pemberian uang,a�? kata Agus.

Jika semuanya sudah klir, tentu uang akan segera diberikan kepada mereka yang berhak, yakni warga yang menguasai lahan tersebut dan memeliharanya sejak lama.

Karena itu, pemprov sangat hati-hati dalam mendata, jangan sampai ada warga yang berhak tidak mendapatkan uangnya, dan akan menyisakan masalah di kemudian hari. a�?Kita sangat hati-hati, karena ini berkaitan dengan hukum,a�? katanya.

Meski berhati-hati, ia tidak mau dianggap lamban dalam menyelesaikan persoalan lahan. Tapi kenyataannya, penyelesaian lahan sudah molor jauh dari deadline yang diberikan Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan. Di mana tim saat itu diberikan batas waktu sampai akhir 2016. Tapi nyatanya hingga Maret 2017 masalah lahan belum juga tuntas.

Menurut Agus, hal ini disebabkan karena lahan 109 hektare tersebut diklaim banyak orang, sehingga perusahaan tidak bisa membayarnya langsung. Selain itu, juga ada beberapa pemilik yang belum menerima sistem uang kerahiman.

Walau demikian, ia memastikan masalah lahan tidak akan mengganggu pembangunan di KEK Mandalika. Sebab lahan itu sudah jelas milik negara dan PT ITDC selaku pihak yang memiliki hak kelola bisa memulai pembangunan. a�?Persoalan lahan tidak boleh mengganggu pembangunan, tetap jalan,a�? ujarnya.

Agus merasa sangat optimis pengembangan KEK Mandalika Resort akan berhasil karena didukung penuh oleh pemerintah pusat. Apalagi presiden sudah memanggil Gubernur NTB untuk membahas persoalan KEK Mandalika secara khusus. Program-program strategis nasional di Mandalika dijanjikan akan masuk dalam rencana pembangunan tahun depan.

Sebelumnya, Kepala Biro Pemerintahan Setda NTB Irnadi Kusuma mengatakan, untuk lahan 46 hektare, pekan ini sudah akan diserahkan nama-nama warga yang berhak menerima uang tali asih.

Beberapa waktu lalu, lahan titik 07 sudah selesai dibahas, hanya lahan di Batek Bantar seluas 25 are yang masih butuh pembahasan lebih mendalam. Jika titik 07 itu sudah selesai, maka gubernurA� sudah akan bisa menetapkan nama-nama warga yang berhak menerima uang tali asih sebesar Rp 4,5 juta per are. (ili/r7)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka