Ketik disini

Kriminal

Polisi Reka Ulang Pembunuhan Albani

Bagikan

MATARAM – Masih ingat dengan kasus penganiayaan berat yang menyebabkan kematian di Karang Bagu, Cakranegara pertengahan Februari lalu? Kemarin (6/3), kepolisian melakukan reka ulang peristiwa yang menyebabkan Muhammad Albani, 8 tahun, meninggal dunia.

Hanya saja, dalam reka ulang ini, polisi tidak melakukannya di tempat kejadian perkara (TKP). Melainkan proses reka ulang dilakukan di Mapolsek Cakranegara. Polisi menghindari amarah masyarakat akibat perbuatan yang dilakukan Ahmad Sulaimi.

Kanitreskrim Polsek Cakranegara Iptu Gusti Lanang Mahardika mengatakan, proses reka ulang untuk mencari kebenaran dari keterangan pelaku. Mengenai pertimbangan dilakukannya reka ulang di mapolsek, untuk pertimbangan efesiensi waktu.

”Kalau di Karang Bagu akan menghambat jalannya rekonstruksi,” kata Lanang Mahardika, kemarin.

Pada proses reka ulang ini, ada 19 adegan yang dilakukan pelaku. Dari jumlah tersebut, pada adegan kelima menjadi puncak dari penganiayaan berat, hingga menyebabkan korban meninggal dunia.

Dari reka ulang itu, polisi mengambil kesimpulan sementara. Yakni perbuatan tersangka didahului dengan niat. Perbuatan tersebut diduga dilakukan Sulaimi karena korban yang tak lain adalah kandungnya itu yang kerap mengeluarkan sumpah serapah terhadap kedua orang tuanya.

”Untuk sementara benar karena ada niat dan dengan kesadaran sendiri, tapi ini perlu kami dalami lagi, termasuk dengan pemeriksaan psikologi,” ujarnya.

Terkait dengan kejiwaan pelaku, Kapolsek Cakranegara Kompol Haris Dinzah mengatakan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan psikologi. Hanya saja, penyidik belum berani mengambil kesimpulan terkait hasilnya.

”Harus dilakukan berulang, karena pemeriksaan psikologi kan harus berulang. Nanti akan kita bawa lagi ke rumah sakit jiwa,” kata Dinzah.

Proses reka ulang kemarin, rupanya mengundang antusiasme warga. Banyak warga di lingkungan Karang Bagu turut hadir. Termasuk pihak dari keluarga korban. Meski demikian, proses reka ulang berjalan dengan aman dan kondusif.  (dit/r2)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka