Ketik disini

Giri Menang

Pulang Kampung, TKI Harus Lapor

Bagikan

GIRI MENANG – Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Lombok Barat sejauh ini belum memiliki data secara pasti dan detail. Soal buruh migran asal Lombok Barat yang sudah pulang ke kampung halaman. Padahal secara aturan, para TKI tersebut harus melapor terkait kepulanganya itu ke pemerintah desa.

Namun fakta di lapangan berbeda. Sebagian besar TKI di Lobar belum memahami hal itu. Begitu pulang, kabar pun hilang.

Alhasil, para TKI yang memiliki nasib kurang beruntung di tanah rantau kesulitan terdata untuk mendapatkan bantuan sosial pemerintah. “Secara aturan seharusnya mereka lapor. Begitu pulang harus lapor,” terang Sekretaris Dinas Ketenagakerjaan Lobar Fauzan Husniadi belum lama ini.

Tidak sekadar menyalahkan para TKI yang tak melapor. Menurut Fauzan, hasil pantauan pihaknya di lapangan, sebagian besar desa di Lombok Barat juga tak memiliki buku khusus pendataan jalur masuk TKI. Padahal buku tersebut sangat penting guna mendata jumlah warga disatu desa yang memilih menjadi pahlawan devisa.

“Berapa jumlah warga ke luar negeri, berapa sudah balik itu harus jelas. Semua harus tercover di buku itu,” terangnya.

Dengan begitu, jika ada masalah yang melanda para TKI pihaknya bisa mengambil sikap. Mekanisme pelaporannya mulai dari keluarga, pemerintah desa hingga sampai ke Dinas Ketenagakerjaan.

Diakui, sampai saat ini belum ada laporan masuk soal TKI bermasalah. “Harus bersurat dulu baru bisa ditindaklanjuti. Jika memang TKI yang bersangkutan menggunakan jalur resmi, bisa kita bantu perjuangkan mendapat asuransi,” tandasnya.

Pihaknya mengaku setiap sosialisasi turun ke desa-desa meminta agar pemerintah desa turut membantu membenahi masalah TKI. Dengan menertibkan proses keberangkatan para TKI yang menggunakan jalur tak resmi. Menurutnya, situasi seperti ini tidak bisa hanya menyalahkan masyarakat. Karena diakui, masih banyak masyarakat belum paham soal prosedur menjadi TKI. (zen/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka