Ketik disini

Selong

Satpam Pelaku Pungli Dipecat

Bagikan

SELONG – Dugaan  Pungutan Liar (Pungli) yang belum lama ini terjadi di Pelabuhan Kayangan disikapi General Manager (GM) PT ASDP Kayangan Lombok Timur Yanus Lempanga. Kepada Lombok Post, Yanus mengakui bahwa aksi Pungli tersebut memang benar terjadi di Kayangan  dan ia sudah menindak para pelaku tersebut.

“Kami sudan koordinasi dengan Polres Lotim. Itu memang benar terjadi. Makanya Satpam yang sudah melakukan Pungli itu saya sudah pecat,” akunya.

Pemecatan yang dilakukan Yanus dijelaskan bukan dilihat dari besar kecilnya jumlah pungutan yang dilakukan. Melainkan lebih kepada bagaiamana aksi Pungli tersebut diduga sudah berlangsug lama.

“Saya tidak ingin ada praktek seperti itu di Pelabuhan. Dan itu sudah saya tekankan sejak lama sejak kehadiran saya,” ucapnya.

Saat ini Yanus juga mengaku telah menyelidiki sejumlah aksi Pungli yang terjadi di Pelabuhan PotoTano-Kayangan atau sebaliknya. Karena, muncul laporan dari masyarakat, Pungli tidak hanya terjadi pada kendaraan pengangkut barang. Warga yang mengendarai sepeda motor juga mengaku kerap menjadi korban pungli oknum petugas pelabuhan.

“Saya akan selidiki siapa saja, dan apakah benar laporan bahwa aksi pungli terhadap para pengendara sepeda motor sering terjadi. Khususnya saat arus penyeberangan sedang ramai seperti saat mudik,” ungkapnya.

Sebelumnya, Koordinator Pokja Penindakan Saber Pungli AKP Antonius Faebuadodo Gea  menyebut pihaknya telah melaksanakan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Pelabuhan Kayangan. Dalam operasi tersebut, tim Sabaer Pungli menemukan tiga orang satpam yang diduga melakukan pungli pada sopir kendaraan pengangkut barang yang mau menyeberang.

“Itu satu kendaraan ditarik Rp 5 ribu untuk masuk ke kantong pribadi,” kata Antonius.

Tim Saber Pungli mengaku mendapat informasi dari masyarakat khususnya para sopir korban aksi Pungli. Barang bukti yang berhasil diamankan berupa uang seniali Rp 30 ribu. Karena operasi dilakukan pagi hari ketika oknum baru mulai beroperasi.

“Kami juga sudah laporkan ini ke pihak Provinsi. Dari pengakuan pelaku, mereka melakukannya nggak rutin. Mereka melihat ada peluang dulu dan kondisi aman pada kendaraan tertentu baru dilakukan (Pungli, Red),” jelas Antonius. (ton/r2)   

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka