Ketik disini

Giri Menang Headline

Semua SKPD Fokus Entaskan Kemiskinan

Bagikan

GIRI MENANG – Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Lombok Barat masih relatif tinggi. Berdasarkan data dari Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lobar tahun 2016 lalu mencapai 17,38 persen atau sekitar 113.000 jiwa.

Sementara jumlah angkatan kerja di Lobar sebanyak 239.000 jiwa. Dimana jumlah tersebut 38 persen terkonsentrasi di sektor pertanian. Atau sekitar 97.000 jiwa penduduk miskin di Lobar berasal dari buruh tani.

Masih tingginya angka kemiskinan tersebut, membuat Pemkab Lobar terus menelurkan inovasi. Berbagai program telah disiapkan.

Selain program garam rakyat di Sekotong dan gula aren di Lingsar yang sudah berjalan. Tahun depan, berbagai program yang telah disingkronkan dengan program entaskan kemiskinan dimulai. Hal itu diungkapkan Kepala Bappeda Lobar H Baehaqi.

“Untuk kebijakan 2018 nanti money follow the program. Bentuknya adalah semua kegiatan SKPD itu harus mengacu pada sejumlah indikator kinerja utama yang belum dicapai,” tegasnya.

Adapun indikator yang dimaksud yaitu, rata-rata lama sekolah, angka kemiskinan, kualitas air sungai, moda transportasi, dan kemantapan jalan.

“Semua program (SKPD) harus mengarah ke situ. Disamping semua SKPD bersinergi lintas SKPD, program juga harus terintegrasi yaitu antara usulan partisipatif harus singkron dengan RPJMD,” jelasnya.

Apalagi sebelumnya, Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid telah mengarahkan agar program SKPD terfokus bagaimana meningkatkan indikator Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2014-2019. Mengantisipasi agar tidak ada lagi program yang sia-sia.

Sesuai arahan bupati dan sekda sanksi yang disiapkan jika program tidak singkron dengan RPJMD tidak sekadar dipangkas pembiayaan, namun juga akan dihapus.

“Bukan saja dirasionalisasi (pemangkasan) dan ditunda. Tapi didelet,” tandas bupati. (zen/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka