Ketik disini

Kriminal

Bule Italia Koleksi Foto Bugil Anak-anak

Bagikan

MATARAM – Penyidik terus menelusuri dugaan tindakan asusila yang dilakukan warga negara Italia berinisial BG. Sejumlah alat elektronik seperti komputer jinjing dan telepon genggam milik tersangka, mulai diperiksa.A�Wadirreskrimum Polda NTB AKBP Nurodin mengatakan, untuk pemeriksaan alat elektronik tersangka, penyidik menggandeng Subdit II Cyber Crime Ditreskrimus Polda NTB. Ini untuk menelusuri unsur pidana dari perbuatan yang dilakukan BG.

a�?Kita ambil data yang diperlukan,a�? kata Nurodin, kemarin (7/3).A�Dari pemeriksaan itu, penyidik melihat apakah ada konten yang bisa dijadikan bukti untuk perbuatan pelaku. a�?Untuk pembuktian penyidikan kita,a�? ujar dia.A�Untuk sementara ini, lanjut Nurodin, penyidik menemukan foto sejumlah anak yang diduga menjadi korban. Foto tersebut berupa pose anak-anak tanpa busana yang diduga didokumentasikan BG. Beberapa foto yang diduga sebagai korban, berlatar belakang kamar mandi di rumah kontrakan tersangka.

A�a�?Ada kecenderungan dia suka mendokumentasikan kegiatan seperti itu,a�? bebernya.A�Sejauh ini, pihaknya telah meminta keterangan terhadap enam korban. Empat orang di antaranya masih anak-anak dan sisanya telah berusia dewasa.A�Meski demikian, Nurodin tak menampik adanya kemungkinan muncul korban lain yang lebih banyak. Hanya saja, untuk menyimpulkan hal tersebut, pihaknya harus mendalami setiap foto yang ada di alat elektronik milik BG.A�a�?Kemungkinan itu tetap ada, tapi kita lihat lagi apakah ada perbuatan cabul atau tidak,a�? kata dia.A�Diketahui, BG ditangkap kepolisian awal Maret ini setelah terindikasi melakukan tindakan asusila terhadap sejumlah anak-anak. Pria 70 tahun ini ditangkap di kontrakannya di salah satu perumahan elit di Kota Mataram.

Penggeledahan yang dilakukan di kediamannya, menguatkan indikasi perbuatan pelaku. Termasuk adanya sejumlah foto di dalam laptop, tablet, dan telepon genggam milik BG.A�Atas perbuatannya, BG diancam dengan Pasal 76 Jo Pasal 81 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014. Dia terancam pidana penjara paling lamaA� 15 tahun dan denda Rp 5 miliar.(dit/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka