Ketik disini

Selong

Operator Pendataan Pendidikan Butuh Perhatian

Bagikan

SELONG – Keberadaan operator di semua sekolah yang ada di Lombok Timur (Lotim) saat ini dalam kondisi yang memprihatinkan. Padahal, dalam sistem pendidikan saat ini operator sekolah memiliki peranan penting dalam operasional sekolah.

“Semua sistem menggunakan online, termasuk penyusunan SPJ dana BOS. Sehingga kehadiran operator ini menentukan sekolah bisa dapat BOS atau tidak,” kata Ketua Forum Operator Pendataan Pendidikan Seluruh Indonesia (FOPPSI) kabupaten Lotim Hendra Gunawan.

Untuk itu, keberadaan operator menurut Hendra penting mendapat perhatian sekolah. Karena, keberadaan mereka dengan sistem pendidikan yang kini mengandalkan teknologi informasi. Menurutnya operator A�sangat mempenguhi lancarnya aktivitas belajar mengajar di sekolah.

“Meskipun hanya jemarinya saja yang bekerja di depan komputer. Tapi kehadiran operator ini tak bisa dikesampingkan,” kata Hendra.

Sementara dari penuturan salah seorang operator di Kecamatan Sikur, nasib tenaga operator tidak ubahnya seperti tenaga guru honor di sekolah. Saat ini keberadaan tenaga operator masih dipandang sebelah mata. Itu dilihat dari honor yang diterima para operator saat ini masih kecil.

A�”Per bulan Rp 250 ribu yang paling sedikit. Tapi tergantung jumlah dana BOS yang diterima sekolah,” kata Yudi. Untuk sekolah yang memiliki siswa banyak maka honor yang diterima operator semakin besar. Begitu juga sebaliknya.

“Kalau kami di operator Sikur, ada yang sampai Rp 600 ribu per bulan memang,” beber Yudi.

Namun demikian, ia menjelaskan kehadiran operator atau yang lebih akrab disapa TU sudah sepatutnya mendapat perhatian. Mulai dari kesejahteraan hingga kejelasan status para tenaga operator di Lotim.

“Beberapa orang telah mendapatkan SK dari Pemda. Namun sifatnya masih tidak transparan. Ini yang kami harapkan dengan kehadiran Foppsi ini bisa diperbaiki,” A�harapnya. (ton/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka