Ketik disini

Metropolis

Pak Kaling, Sabar Ya!

Bagikan

MATARAM – Penundaan launching kendaraan operasional roda tiga untuk kebersihan oleh Pemkot Mataram ditanggapi positif oleh Hariadi, Camat Mataram. Hal tersebut sangat diperlukan mengingat anggaran tidak disediakan untuk pemeliharaan dan operasional.

“Saya rasa hal tersebut tidak masalah,” ujarnya, kemarin (7/3).

Ia menuturkan, jika mengacu pada rencana sebelumnya kendaraan roda tiga akan dilaunching pada Maret ini. Namun hal tersebut ditunda mengingat adanya kebijakan lain dari Wakil Wali Kota Mataram.

Menurutnya, pimpinan tentu memiliki pertimbangan agar tidak menyulitkan masyarakat nantinya. “Saya yakin pak wakil punya pertimbangan sendiri,” akunya.

Hariadi melanjutkan, saat ini keterlibatan  Dinas Lingkungan Hidup dalam penanganan sampah dirasa masih cukup. Pengadaan kendaraan roda tiga hanya membantu agar penanganan sampah di lingkungan lebih efektif.

Terutama di lingkungan yang memiliki jalan sempit dan susah dimasuki kendaraan besar. Ia setuju jika pembagian kendaraan roda tiga ke masing-masing lingkungan ditunda dulu. Hal ini mengingat kendaraan tersebut merupakan barang yang akan digunakan secara terus menerus setiap harinya. Tentu harus ada biaya operasional, baik untuk operasional maupun perawatan kendaraan itu sendiri.

“Ini kan barang mesin, tentu perlu juga biaya perawatan dan pengopersiannya,” sambung mantan Camat Sekarbela tersebut.

Ia yakin penundaan tersebut tidak akan berlangsung lama. Sebab itu, ia berharap kepada masing-masing kepala lingkungan untuk lebih bersabar.

Ia sangat mengerti jika masing-masing kepala lingkungan sangat antusias menunggu pemberian kendaraan tersebut. “Memang harus didukung fasilitas, tapi saya harap mereka bisa bersabar,” pungkasnya.

Terpisah, I Komang Sumantra Kepala Lingkungan Batu Dawe Kelurahan Tanjung Karang mengatakan, Pemerintah Kota Mataram memang perlu mematangkan segala hal sebelum melaunching kendaraan tersebut.

“Jadi kalau sudah berjalan, harus benar-benar efektif dan efisien,” ujarnya.

Disamping pengoperasian seperti apa nantinya, ia juga berharap ada juklak juknis mulai dari kecamatan, kelurahan, hingga sosialisasinya ke tingkat lingkungan. Dengan begitu, akan ada penyeragaman di seluruh lingkungan. Hal ini menjadi dasar penyampaian ke masyarakat.

“Matangkan dari semua segi yang bisa mendukung program ini,” sambungnya.

Salah satu permasalahan lainnya yang perlu dimatangkan adalah Tempat Pembuangan Sementara (TPS). Keberadaan TPS dinilai masih belum jelas. Seperti di Kelurahan Tanjung Karang yang membuang sampah di tepi jalan Panjitilar.

Seluruh lingkungan membuang sampah di lokasi tersebut. “TPS dipinggir jalan kan tidak benar,” tegasnya.

Ia menilai hal tersebut matang dari segi persiapan TPS. Perlu kejelasan TPS mana di tiap lingkungan akan membuang sampah yang diangkut kendaraan roda tiga.

Pemkot Mataram juga perlu memikirkan keberadaan TPS untuk tiap lingkungan. Sebab jika dibawa langsung ke TPA Kebon Kongok, jelas tidak efektif. Hal ini akan menghabiskan banyak biaya operasional.

“Habis di bensin dan perbaikan nantinya. Jadi perlu disiapkan dulu TPS kemana masing-masing lingkungan membawa sampahnya,” jelasnya.

Hal serupa juga disampaikan Kepala Lingkungan Arena Buah Kelurahan Cilinaya Sang Putu Wijaya. Ia setuju jika pengadaan kendaraan roda tiga untuk lingkugan ditinjau kembali. Mulai dari operasionalnya hingga dana perawatannya.

Menurutnya, ini perlu menjadi pertimbangan Pemkot Mataram dalam rincian anggaran lingkungan yang akan diberikan. Hal ini mencegah agar nantinya kendaraan roda tiga tersebut tidak terbengkalai dan tidak terpakai.

“Pengadaan tersebut perlu ditinjau lagi. Saya yakin penundaan ini tidak akan mengganggu rutinitas penanganan sampah di lingkungan,” pungkasnya.

Sementara terkait TPS, Camat Mataram mengatakan akan ada pembinaan dari DLH sebelum pemberian kendaraan tersebut. Baik itu untuk kepala lingkungan maupun operator kendaraan nantinya.

Operasional pengangkutan sampah nantinya di back up DLH yang memiliki dam truk sebagai pengganti TPS. “Hal ini sekaligus menjawab permasalahan TPS yang kurang,” tandasnya. (fer/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka