Ketik disini

Metropolis

Prabowo Kritisi Ketimpangan Pembangunan

Bagikan

MATARAM – Kedatangan Ketua Umum Partai Gerindra mendapat sambutan hangat dari Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi, kemarin (7/3).

Sebuah jamuan makan siang diadakan secara khusus untuk menyambut salah satu tokoh nasional itu. Kedua tokoh nampak sangat akrab, apalagi sebelumnya Zainul Majdi menjadi ketua tim pemenangan Prabowo-Hatta wilayah NTB pada Pilpres 2014 lalu.

Pertemuan ini dihadiri beberapa tokoh partai politik NTB, tokoh agama, tokoh masyarakat, Wakil Gubernur NTB H Muhammad Amin, anggota DPR RI Fraksi Gerindra Willgo Zainar, Ketua MUI NTB Prof Saiful Muslim.

Bupati Dompu Bambang M Yasin, juga para kepala SKPD lingkup NTB. Pada pertemuan itu, Prabowo Subianto dan TGB Zainul Majdi saling sanjung menyanjung.

Dalam pidatonya, Prabowo mengatakan, ia ingin lama berada di NTB, mengelilingi daerah-daerah mulai dari Lombok, Sumbawa, Dompu, dan Bima.

Ia ingin melihat potensi kekayaan alam dan sosial budaya masyarakatnya. Prabowo mengaku memiliki hobi naik kuda, dan ia mendengar bahwa budaya bermain kuda sangat kuat.

Bahkan anak-anak kecil di Sumbawa berani-berani naik kuda tidak pakai pelana. ”Saya ingin lihat, bagi saya luar biasa, ini menandakan orang-orang NTB orang yang berani,” katanya.

Selama berada di NTB, ia ingin bersafari keliling, tinggal di tenda berpindah pindah untuk melihat kondisi pertanian, seperti  jagung, termasuk program bumi sejuta sapi cukup berhasil.

Menurutnya, populasi sapi harus diperbanyak agar masyarakat Indonesia mendapat asupan gizi dan protein yang baik.

Sebab sepertiga anak Indonesia saat ini mengalami kekurangan gizi. Artinya, sepertiga bangsa Indonesia ditakdirkan akan menjadi miskin. Sebab jika protein kurang, tulangnya kurang, sel otaknya kurang.

”Bagaimana mau bersaing dengan bangsa-bangsa lain, sains kita di dunia sepuluh besar dari bawah,” katanya.

Menurutnya, Indonesia merupakan negara yang sangat kaya, tetapi penuh dengan kejanggalan. Dengan sumber daya alam yang melimpah rakyatnya masih miskin.

Ia mengungkapkan, terjadi kebocoran uang ke luar negeri sebanyak Rp 1.000 triliun setiap tahun. Bahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengatakan lebih dari itu.

Tapi karena ia mengungkapkan hal ini, banyak elite yang tidak suka pada dirinya. ”Elite di Indonesia ini sudah tidak punya kepekaan terhadap bangsa dan negara, yang penting dianya, keluarganya, dan kelompoknya,” katanya.

Baginya, tidak ada artinya pemerintah mengejar angka-angka pertumbuhan, jika pertumbuhan itu justru dinikmati orang luar. Meski pertumbuhannya tinggi, tapi keuntungannya kecil, maka rakyat Indonesa tetap gajinya kecil, kurang gizi dan sebagainya.

Dan pertumbuhan tidak akan ada pengaruhnya, jika pertumbuhan itu bukan milik bangsa Indonesia. ”Bukan pertumbuhan yang penting, kalau pertumbuhan itu bukan milik rakyat Indonesia,” katanya.

Baginya, pertumbuhan baru berarti ketika memiliki nilai bagi rakyat Indonesia. Maka yang perlu dilakukan ke depan adalah melakukan pemerataan pembangunan, mengurangi ketimpangan.

Ia juga menyebutkan, ada empat orang di Indonesia yang kekayaanya melebihi 100 juta rakyat Indonesia.

Prabowo mengingatkan, berdasarkan pendapat ahli sejarah, ketidakadilan selalu berakhir pada perpecahan, ketidakadilan juga selalu berakhir pada kerusuhan.

Rakyat yang banyak tidak akan tunduk dan terima dengan ketidakadilan terus menerus. (ili/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka