Ketik disini

NASIONAL

Samudera Hindia Jadi Kekuatan Baru

Bagikan

JAKARTA – Kawasan Samudera Hindia sedang bergerak menjadi kekuatan baru ekonomi Dunia. Kawasan itu diprediksi mampu menggantikan poros Atlantik yang sudah dikenal selama ratusan tahun, dan mengalahkan poros pasifik yang mulai bergeliat 30 tahun terakhir. Karena itu, negara-negara di kawasan Samudera Hindia harus benar-benar bisa menyatukan kekuatan.

Hal itu disampaikan Presiden Joko Widodo saat berbicara dalam Leader’s Summit KTT IORA 2017 di Jakarta Convention Center (JCC) kemarin (7/3). Dia meyakinkan para pemimpin bahwa sudah saatnya poros Hindia mengambil peran lebih besar di dunia Internasional. ’’Kami percaya, saat ini samudera Hindia di ambang keperkasaan, dengan perkembangan masyarakat yang besar dan ekonomi yang semakin berperan,’’ ujarnya.

Jokowi menjelaskan bahwa KTT IORA yang baru saja berlangsung merupakan satu langkah progresif dari para pemimpin negara IORA. Melalui KTT tersebut, negara-negara anggota IORA diharapkan bisa bergerak cepat menghadapi situasi masa kini dan menghadapi tantangan di masa depan. ”Ini menjadi tonggak pembaharuan komitmen negara-negara anggota IORA untuk mengintensifkan kerja sama IORA,” tuturnya.

Pembukaan itu dihadiri oleh sedikitnya 16 dari 21 negara anggota IORA. Sebagian besar menghadirkan pemimpinnya tanpa diwakili. Seperti Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma, PM Australia Malcolm Turnbull, Presiden Sri Lanka Maithripala Sirisena, Presiden Mozambik Filipe Nyusi, PM Bangladesh Sheikh Hasina, hingga PM Malaysia Najib Razak.

Jokowi menyebut kawasan Samudera Hindia sebagai wilayah yang unik. Kawasan tersebut memiliki karakteristik yang khas. ’’Sebuah kawasan yang kaya, tapi juga sekaligus masih memiliki kantong-kantong kemiskinan,’’ lanjut mantan Gubernur DKI Jakarta itu. Samudera hindia juga merupakan kawasan yang kaya akan tradisi namun masih perlu sentuhan modernisasi.

”Semua pemimpin negara anggota IORA menyadari dan tahu potensi yang mereka miliki. Karena itu, kami berkomitmen untuk menjaga Samudra Hindia,” tambahnya.

IORA, tutur Presiden 55 tahun itu, sudah menelurkan sejumlah kesepakatan konkret. Di antaranya, penanggulangan bencana. Kemudian, pada 2015 lalu IORA juga sepakat memfasilitasi berbagai kerja sama di bidang maritim antar negara-negara anggotanya. Sedangkan, pada 2016, para menlu IORA bertemu di Bali. Pertemuan itu menghasilkan deklarasi kesetaraan serta pemberdayaan ekonomi perempuan.

Jokowi menambahkan, setiap anggota IORA pasti memperjuangkan kepentingan negara masing-masing dalam forum tersebut. ’’Saya mengimbau semuanya mendorong solusi-solusi yang praktis atas tantangan yang ada,’’ tambahnya. Mengingat, di seluruh dunia saat ini sedang terjadi dua revolusi. Besar. yakni, revolusi teknologi dan politik.

Sementara itu, dalam Leaders Forum kemarin, para pemimpin negara menandatangani sejumlah dokumen. Yakni Jakarta Concord, IORA Action Plan, IORA Declaration on Preventing and Countering Terrorism and Violent Extremism, dan Joint Declaration of the IORA Business Community to Build Partnership for a Sustainable and Equitable Economic Growth.

’’Deklarasi ini bertujuan menciptakan perdamaian, stabilitas, dan mempromosikan pesan positif dari toileransi dan keberagaman,’’ tambah Menlu Retno LP Marsudi.

Dokumen-dokumen tersebut merupakan kesepakatan yang telah dicapai dalam pertemuan tingkat menteri kemudian disahkan oleh kepala negara anggota IORA. Jakarta Concord menjadi kesepakatan penting karena merupakan rencana aksi pertama sejak IORA berdiri 20 tahun lalu.

’’Dokumen ini merupakan rencana aksi pertama sejak organisasi ini berdiri 20 tahun lalu,’’ ucap Retno. Dokumen tersebut, lanjutnya, berisi komitmen implementasi rencana aksi bagi para anggota IORA.

Para pemimpin berkomitmen untuk mengampanyekan keamanan di sektor maritim.  Juga, mengampanyekan manajemen dan pengembangan perikanan yang berkelanjutan dan bertanggung jawab. Kemudian, para pemimpin juga berkomitmen meningkatkan kerjasama dagang dan investasi antarnegara di kawasan, dan sejumlah komitmen lain di berbagai bidang.

Blue economy, pemberdayaan perempuan, serta demokrasi dan tata pemerintahan yang baik dalam memberantas koruspi dan memajukan HAM menjadi poin penting lain yang digaris bawahi pada KTT IORA. Komitmen tinggi untuk menghormati hukum laut internasional UNCLOS juga sudah disepakati para pemimpin negara.

”Yang paling utama, keinginan para pemimpin negara adalah kawasan Samudrfa Hindia bisa aman dan damai,” ungkapnya.

Para pemimpin juga sepakat menobatkan Indonesia sebagai Ketua IORA. Itu merupakan buah dari kepemimpinan Indonesia dan inisiatifnya untuk mengadakan KTT pertama sekaligus pertemuan antara para pemimpin negara. Setelah Indonesia, Afrika Selatan yang akan menjadi Ketua IORA selanjutnya. (byu/and/JPG/r8)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka