Ketik disini

Headline Politika

Siap Maju di Pilpres 2019

Bagikan

PRAYA – Ketua Umum DPP Partai Gerindra H Prabowo Subianto menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat NTB. Terutama yang telah memilihnya pada Pilpres 2014 lalu. Khususnya kepada Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi yang kala itu menjadi ketua tim pemenangan di NTB.

Dengan hasil sekitar 77 persen kemenangan adalah dukungan luar biasa yang diberikan kepada dirinya di NTB. Meski pada akhirnya, ia harus mengalami kekalahan dari rivalnya Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Hal itu disampaikan Prabowo Subianto saat menghadiri jamuan di Pendapa Gubernur NTB dan dilanjutkan dalam orasinya di Lapangan Becingah, Praya, Loteng. “Saya ingin minta maaf, saya berdosa kok baru sekarang saya datang, saya akui saya ngaku salah,” kata Prabowo, kemarin (7/3). “Kenapa baru datang, saat itu saya kehabisan uang saat Pilpres,” tegasnya.

Diakui, ia tidak malu katakan ini dihadapan masyarakat. Karena ia tahu, rakyat lebih menderita dari apa yang ia rasakan. Dan sebagai mantan panglima, ia bersedia mempertaruhkan jiwa raga bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Dan sekarang, Alhamdulillah sudah bisa safari sedikit demi sedikit,” ucapnya. “Saya sudah berjanji dan niat saya untuk benar-benar memperhatikan NTB,” tambah Prabowo.

Dalam orasinya, Prabowo Subianto juga menyebut, bahwa partai berlambang kepala burung garuda ini didirikan untuk membangun Indonesia yang lebih kuat dan sejahtera. Kekayaan yang dimiliki Indonesia sudah seharusnya dinikmati seluruh rakyat bukan pada segelintir orang.

Artinya, Prabowo mengaku siap untuk maju kembali di Pilpres 2019, jika masyarakat masih membutuhkan dan memberikan kepercayaan pada Gerindra. Prabowo akan berjuang kembali dan menjawab panggilan rakyat dan ibu pertiwi. “Insya allah jika Allah masih memberikan kekuatan fisik, kalau tidak Alhamdulillah, saya akan beristirahat,” ungkapnya.

Prabowo juga menilai, sejumlah wilayah di NTB seperti Lombok, Sumbawa, dan Bima merupakan daerah potensial bagi sektor pertanian, peternakan, dan pariwisata. Khususnya budaya naik kuda, dinilai sebagai wujud karakter keberanian masyarakat NTB.

Karena itulah dalam kunjungannya kali ini, akan menyempatkan waktu berkeliling melihat potensi tersebut. Ia juga ingin merasakan tinggal dari tenda ke tenda di sejumlah wilayah untuk mendengar aspirasi langsung dari masyarakat sekitar. “Khususnya, budaya naik kuda di sini sangat kuat, bahkan anak usia sebelas tahun berani naik kuda nggak pakai pelana kuda,” tutupnya. (ewi/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka