Ketik disini

Pendidikan

SMPN 4 Gerung Menanti Komputer UNBK

Bagikan

GIRI MENANG – Sekolah penyelenggara Ujian Nasional Berbasis Komputer  (UNBK) di Lombok Barat mulai menyusut. Sebelumnya, lima sekolah dipastikan siap melaksanakan ujian online tersebut, namun kini berkurang menjadi empat sekolah.

Menyusutnya sekolah penyelenggara UNBK karema minimnya sarana dan prasarana pada ujian tersebut. Di sisi lain, bantuan komputer dari Dikbud Lobar belum juga disalurkan sampai hari ini.

Padahal, 11 Maret mendatang akan ada sinkronisasi dari pusat terkait

sekolah yang benar-benar siap melaksanakan UNBK.

“Sinkronisasi ini untuk menentukan langkah selanjutnya terkait simulasi ke 3 yang akan dilakukan pusat 20 Maret mendatang,” kata Kepala SMPN 4 Gerung Lobar Rohanah, kemarin (7/3).

Sekadar diketahui, hingga saat ini empat sekolah yang masih bertahan melaksanakan UNBK di daerah berjargon ‘patuh patut padju’.

Yakni SMPN Nusa Alam, SMPN 3 Labuapi, SMPN 4 Narmada, dan SMPN 4 Gerung.

Sementara SMPN 1 Lembar mengundurkan diri. “Sekolah mundur mungkin karena tidak ada sarana pendukung,” imbuh mantan Kepala SMPN 5 Gerung ini.

Ia mengaku, kekurangan komputer menjadi kendala dalam pelaksanaan ujian online.

Meski demikian, sekolah sudah melakukan berbagai upaya guna bisa menerapkan UNBK tahun ini.

“Selama ini kita simulasi pakai laptop guru, TU, dan siswa untuk menambal kekurangan komputer,” sebut dia.

Disebutkan,  saat ini sekolah hanya memiliki 40 unit komputer.

Artinya, ada kekurangan 40 unit komputer jika melihat dari jumlah siswa yang akan melaksanakan UN sebanyak 225 orang. Jika menerapkan UNBK dengan tiga sif maka membutuhkan paling tidak 80 unit komputer.

“Kita kekurangan 40 unit komputer,” aku perempuan berjilbab ini.

Saat simulasi UNBK beberapa waktu lalu,  ia terpaksa meminjam laptop guru, TU, dan siswa.

Jika tidak seperti itu maka tidak bisa melakukan uji coba ujian online tersebut.

“Mau gimana lagi kita harus minjam laptop,” ujarnya.

Sementara janji Dikbud Lobar akan memberikan bantuan 40 unit komputer bagi sekolah penyelenggara UNBK hingga saat ini belum direalisasikan.

Kata Roh, bantuan komputer ini akan diberikan ke sekolah paling lambat 10 Maret mendatang.

“Besok pagi katanya komputer ini sudah ada di Dikbud,” ucap dia.

Jika bantuan ini tak kunjung disalurkan maka sekolah terancam tidak bisa menerapkan UNBK. Sebab, 11 Maret sekolah penyelenggara UNBK akan melakukan sinkronisasi terkait simulasi ke 3 dari pusat.

“Kalau fasilitasi kurang maka bisa jadi kita batal UNBK,” sebut dia.

Meski demikian, Roh akan tetap berusaha agar UNBK di sekolah dipimpinnya tetap dilaksanakan. Jika bantuan komputer ini belum disalurkan, pihak sekolah rencananya akan meminjam laptop guru , TU, dan siswa. (jay)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka