Ketik disini

Headline Sumbawa

TNI Siap Kawal Pembelian Gabah

Bagikan

SUMBAWA- Guna memaksimalkan serapan gabah petani, Kodim 1607 Sumbawa, Bulog Sub Divre Sumbawa, Dinas Pertanian dan Dinas Ketahanan Pangan menggelar rapat. Kegiatan yang diikuti oleh petani dan rekanan Bulog ini dilaksanakan di Aula Kantor Dinas Pertanian,Selasa (7/3) kemarin.

Ditemui seusai rapat, Dandim 1607 Sumbawa Letkol ARM Sumanto mengatakan, pihaknya melaksanakan rapat serapan gabah (sergab). Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya pembelian gabah petani diluar harga yang sudah ditetapkan. Sesuai Peraturan Menteri Pertanian (Permentan), Bulog harus membeli gabah dengan harga Rp 3.700 per kilogram di lapangan.

”Karena pemerintah sudah memberikan subsidi, selisih dari harga di lapangan. Jadi tidak ada lagi nanti Bulog membeli harga di bawah Rp 3.700 per kilogram, sesuai ketetapan pemerintah,” ujar dandim kepada Radar Sumbawa (Lombok Post Group).

Untuk tahun ini, target serapan gabah yang ditetapkan oleh pemerintah sebesar 45 ribu ton. Leading sektornya adalah Bulog. TNI hanya mendorong Bulog untuk langsung menyerap gabah di petani. Dalam hal ini, pihaknya siap membantu Bulog sehingga target pemerintah pusat bisa dipenuhi. Diharapkan penjualan gabah ke luar daerah tidak dilakukan hingga target tersebut terpenuhi. Karena semua pihak harus berkomitmen untuk menyukseskan program ini.

Di Kabupaten Sumbawa sendiri hasil gabah petani di seluruh Kabupaten Sumbawa diperkirakan mencapai 500 ribu ton. Dengan jumlah target serapan gabah tahun ini, diharapkan bisa terpenuhi. Pengiriman gabah ke luar daerah juga harus bisa dikendalikan agar target serapan gabah di Kabupaten Sumbawa bisa terpenuhi.

Dandim mengungkapkan, nantinya aka nada peraturan gubernur (Pergub) terkait serapan gabah ini. Hal ini dilakukan untuk mengatur mekanisme keluar masuknya gabah dari daerah ini.

”Kita tunggu nanti bagaimana langkah-langkah Dinas Pertanian dan Bulog NTB,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bulog Sub Divre Sumbawa Lalu Tawang mengatakan, pihaknya akan berupaya memenuhi target. Dengan cara bergerak bersama-sama dengan TNI. Nantinya, anggota TNI juga yang akan mengawal dalam serapan gabah ini.

Dijelaskan, adapun penyerapan di lapangan nanti akan dilakukan oleh mitra Bulog. Pihak Bulog akan membentuk satuan kerja pengadaan. Untuk memancing para rekanan membeli gabah petani sesuai dengan harga dari Bulog.

”Ini terapi bagi mereka (rekanan, red) supaya sama belinya dengan Bulog,” katanya.

Tawang menyarankan kepada petani agar jangan menjual gabahnya jika harganya dibawah Rp 3.700 per kilogram. Karena pasti rekanan akan membeli dengan harga Rp 3.700 kilogram. Rekanan mitra Bulog juga diimbau untuk membeli sesuai dengan harga yang ditentukan. (ru

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka