Ketik disini

Tanjung

Bentek dan Jenggala Jadi Percontohan

Bagikan

TANJUNGA�– Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) menyasar Lombok Utara dengan program penanganan TKI. Hal ini dikarenakan Lombok menjadi salah satu daerah kantong TKI di NTB. a�?Kami ada program desa migran produktif dalam rangka memberdayakan daerah yang menjadi kantong TKI,a�? ujar Kasubdit Penempatan Direktorat PTKLN Kemenarker Nyoman Kartanta, di kantor bupati Lombok Utara, kemarin (8/3).

Dijelaskan, selama ini TKI yang berangkat keluar negeri ini memiliki pola komsumtif. Dalam arti, mereka berangkat keluar negeri kemudian pulang ke tanah air menghabiskan hasil yang didapatkan kemudian berangkat lagi. a�?Pemerintah tidak ingin seperti itu. Mereka harus bisa berdaya, ketika pulang mereka bisa berwirausaha atau bahkan bisa menyerap tenaga kerja di daerahnya,a�? paparnya.

Jika ini dilakukan semua, ia meyakini daerah-daerah yang menjadi kantong TKI akan bisa berkembang perekonomiannya. Dengan demikian, pemerintah pusat melalui Kemenaker ingin mendorong masyarakat yang pulang dari luar negeri bisa berwirausaha dengan bantuan program pemerintah. Seperti program pemberdayaan dan program-program unit parenting agar anak-anak mereka tidak telantar baik pendidikan maupun kehidupan sosialnya tidak terganggu. a�?Lombok ini menjadi daerah kantong TKI. Khusus untuk daerah Lombok Utara pada tahun ini ada dua desa yaitu Bentek dan Jenggala yang akan menjadi pilot project program kerja desa migran produktif,a�? katanya.

Dalam program ini ada empat pilar yang akan dibangun. Kemenaker akan memberikan pekerjaan di luar negeri yang baik, nyaman dan sesuai aturan. Kemudian mendorong terbangunnya wirausaha baru bantuan dari pemerintah pusat baik sarana maupun modal namun pihaknya saat ini masih melihat potensi yang ada di daerah seperti apa.

Selain itu, akan ada rumah pintar yang menjadikan tempat bermain untuk anak-anak mereka selama ditinggal. Sehingga tidak hilang kasih sayang masa kanak-kanaknya. Terakhir akan mendorong terbentuknya koperasi di desa itu yang menaungi permodalan wirausaha dan biaya mereka yang berkeinginan berangkat ke luar negeri.

Dalam program ini, jelasnya, akan menyasar mantan TKI. Di mana dalam satu kelompok ada 20 anggota. Sehingga dana permodalan yang diberikan diharapkan bisa bergulir kepada mantan TKI lainnya. Pada tahun ini Kemenaker akan menyasar 120 titik yang menjadi kantong TKI.

Satu kelompok berbentuk paket terdiri 80 persen permodalan dan 20 persen pelatihan. Program dari Kemenaker ke Lombok selama ini sudah banyak dilakukan seperti pemberdayaan. Sedangkan, program desa migran baru pertama kali di Lombok Utara. (puj/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka