Ketik disini

Metropolis

Dinas Pariwisata Tunggu Hasil Akhir

Bagikan

MATARAMA�– Terkait rencana pengembangan megaproyek Global Hub, Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Mohammad Faozal belum ingin sesumbar.

Mereka menyerahkan kepada SKPD yang bertugas mempersiapkan itu, seperti Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Dinas Penanaman Modal. a�?Kita inikan di hilir, nanti kalau sudah jadi baru kita promosi,a�? katanya, kemarin (8/3).

Jika proyek Global Hub sudah benar-benar terealisasi, kemudian ada fasilitas pariwisata yang harus dipromosikan maka baru dinasnya akan masuk.

Seperti Mandalika Resort yang sudah mulai jalan, maka promosi besar-besaran sudah dilakukan. Jika Global Hub dijual kepada wisatawan, sementara belum ada pembangunan hal itu akan menjadi bomerang bagi pemerintah daerah.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD NTB Mori Hanafi mengatakan, dewan sangat mendukung proyek-proyek strategis di NTB. Sebab pasti akan banyak manfaat yang didapatkan warga NTB.

Seperti penyerapan tenaga kerja, pemakaian sumber daya lokal, dan tentunya akan ada giat ekonomi di sekitar lokasi pembangunan.

a�?Untuk Global Hub, amat sangat kita dukung, apalagi secara teknis kawasan tersebut sangat memungkinkan untuk dibangun pelabuhan internasional,a�? katanya.

Meski belum masuk prioritas nasional, baginya tidak masalah, karena harus masuk dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN) terlebih dahulu.

Selain itu, Global Hub juga membutuhkan investasi yang sangat besar, tidak hanya investor dari Indonesia yang akan berperan tetapi juga dari luar, sehingga butuh persiapan matang dari segala sisi. a�?Kita berharap pelabuhan itu akan menjadi peti kemas terbesar,a�? katanya.

Agar proyek ini sukses, ia mendorong Pemprov NTB dan pihak yang berkepentingan terus melakukan pertemuan secara intens, agar mendapat kepastian secepat mungkin terkait tahapan pembangunan

Salah satu caranya adalah dengan meyakinkan investor bahwa daerah siap, masyarakat bisa menerima, kemudian memastikan tidak ada hambatan yang membuat proyek ini menjadi molor. (ili/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka