Ketik disini

Tanjung

Bisa Keliling Naik Gajah dan Foto dengan Burung

Bagikan

Keindahan wisata alam dan bahari Lombok Utara tidak perlu diragukan lagi. Dengan keadaan geografisnya, Lombok Utara banyak memiliki objek wisata yang indah. Tetapi kini tidak hanya objek wisata bahari dan alam yang tersedia di Lombok Utara. Dengan hadirnya Lombok Elephant Park, pilihan lokasi wisata di Lombok Utara semakin beragam.

***

Lombok Elephant Park, saat ini menjadi satu-satunya taman satwa yang menampilkan hewan-hewan di NTB. Taman satwa yang resmi dibuka untuk umum per 1 Maret lalu ini terletak di Desa Sigar Penjalin, Kecamatan Tanjung. Lokasi yang strategis masih jauh dari permukiman dan jalan utama menambah alami suasana mini zoo ini.

Di bagian luar taman ini, tampak areal parkir cukup luas sudah disiapkan pengelola untuk menampung kendaraan pengunjung yang datang. Sementara itu, di bagian dalam, rimbunnya tanaman dan pohon menambah sejuk suasana. Sehingga pengunjung yang datang dan berkeliling melihat aneka satwa tidak akan kepanasan.

Salah seorang pengelola Lombok Elephant Park drh. Shinta Noya yang mendampingi koran ini berkeliling taman menjelaskan, lahan yang akan dimanfaatkan Lombok Elephant Park seluas empat hektare. Pengunjung yang datang bisa melihat langsung beberapa jenis satwa khas Indonesia seperti gajah. a�?Untuk gajah di sini ada empat ekor. Ini didatangkan dari Way Kambas. Dua ekor gajah bisa digunakan pengunjung untuk berkeliling taman,a�? ungkapnya.

Selain gajah, Lombok Elephant Park juga menampilkan beberapa satwa lainnya seperti jenis primata mulai dari orang utan, bekantan, dan siamang. Kemudian pengunjung juga bisa melihat langsung satwa lainnya seperti buaya, kuda nil, dan beruang madu.

Di dalam taman, pengelola sudah menyiapkan jalur tracking terpisah. Bagi pengunjung yang ingin mengeliling taman dengan menaiki gajah sudah disiapkan jalur tersendiri. Sedangkan pengunjung yang ingin bekeliling taman dengan jalan kaki juga disiapkan jalur sendiri dan seorang pendamping yang akan menjelaskan hewan-hewan yang ada. Bahkan jalur bagi pengunjung yang ingin berjalan kaki terlihat sangat nyaman dan sejuk.

Selama berkeliling pun pengunjung bisa melihat dan mengenal 33 jenis burung yang didatangkan dari beberapa daerah di Indonesia seperti Banyuwangi dan Bengkulu. Burung-burung ini bahkan dibiarkan tanpa diikat di beberapa pohon yang sudah disiapkan. a�?Untuk jenis burung sekarang kita ada rangkong, kakak tua raja, merak, burung hantu, kakak tua jambul kuning, dan nuri,a�? paparnya.

Pantauan koran ini, burung-burung yang dilepas bebas di taman ini cukup jinak dan terlihat tidak mau beranjak dari pohon tempatnya bertengger. Pengunjung pun bisa berinteraksi langsung dengan beberapa burung, bahkan burung-burung ini bisa diajak wefie.

Untuk harga tiket masuk sendiri, perempuan kelahiran NTT ini menjelaskan, bagi pengunjung lokal dewasa dipatok Rp 200 ribu, sedangkan anak-anak Rp 60 ribu. a�?Sekarang kita sedang promo mas. Lagi diskon setengah harga, berlaku hanya bulan Maret ini saja,a�? ungkapnya.

Lebih lanjut, Shinta menjelaskan, untuk kesehatan satwa yang ada selalu dijaga dengan rutin melakukan pemeriksaan fisik setiap harinya. Sedangkan untuk pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh dilakukan tiga bulan sekali.

Menyoal pakan yang dibutuhkan sehari-hari, pihak pengelola harus menyiapkan 500 kilogram untuk gajah per harinya. Sedangkan untuk satwa lainnya juga disiapkan makanan yang diberikan tiga kali sehari seperti buah-buahan dan daging untuk buaya.

Ke depan, pihak pengelola juga akan menambah koleksi satwa yang ada dengan mendatangkan komodo, singa, delapan ekor gajah, siamang, beruang madu, dan 70 ekor burung. a�?Ini masih diurus kelengkapannya karena ada beberapa hewan yang dilindungi,a�? katanya.

Sementara itu, salah seorang pengunjung asal Pemenang yang ditemui koran ini di lokasi Rahma mengaku, baru pertama kali datang ke tempat tersebut. Perempuan yang datang bersama suami dan dua anaknya ini menilai keberadaan taman satwa ini sangat bagus bagi masyarakat. a�?Bagus untuk mengenalkan hewan kepada anak-anak secara langsung. Sebelum ada ini kita hanya bisa mengenalkan hewan melalui televisi atau gambar. Kalau langsung sensasinya beda,a�? katanya sambil tertawa. (PUJO NUGROHO/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka