Ketik disini

Kriminal

KPK Belum Temukan Indikasi Korupsi

Bagikan

MATARAM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang menyelidiki 190 proyek PLN yang dianggap bermasalah. Diantaranya ada di Nusa Tenggara Barat (NTB). Di Bumi Gora, saat ini, lembaga anti rasuah itu sedang mempelajari apakah ada unsur tindak pidana korupsi atau tidak. Karena, hasil audit dari BPKP belum sepenuhnya diserahkan.

a��a��Di NTB ada dan saya tahu,a��a�� ujar Ketua KPK Agus Rahadjo di Mataram beberapa waktu lalu.A�Khusus di NTB, BPKP perwakilan NTB sudah menyodorkan hasil audit investagasinya. Hanya saja, KPK belum membocorkan temuan lembaga audit itu. KPK beralasan hasil audit masih diteliti.

a��a��Kita memang minta BPKP untuk audit. Sekarang masih penyelidikan,a��a�� sambungnya.
Agus menegaskan, ada beberapa proyek PLN yang tidak berjalan lancar. Saat ini tim dari KPK masih menelitinya apakah ada tindak pidana korupsi atau tidak. Namun Agus enggan menyebutkan dimana saja lokasi proyek tersebut.
a��a��Belum tahu saya (ada indikasi korupsi atau tidak),a��a�� katanya sembari tersenyum.

Sebelumnya, Kepala BPKP Ardan Adiperdana mengatakan pihaknya telah merampungkan audit proyek PLN termasuk audit proyek PLN di NTB.

a�?Sudah selesai semuanya,a�? kata dia pertengahan Februari lalu.
Menurutnya hasil audit telah disampaikan ke Presiden dan Menteri BUMN. Selanjutnya, Menteri BUMN yang akan menindaklanjuti laporan tersebut kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Bagaimana koordinasi antara BPKP dan KPK terkait hasil audit? Kata Ardan, pihaknya hanya bertugas melakukan audit. Untuk koordinasi mengenai sejumlah temuan di dalamnya, akan dilakukan Menteri BUMN.

a�?Hanya antara Menteri BUMN dengan KPK,a�? ujar dia.
Disinggung temuan secara keseluruhan, dia enggan membeberkannya. Menurut dia, temuan dari audit merupakan materi dalam laporan ke Presiden dan Menteri BUMN.
a�?Itu masuk materi, biar nanti beliau (Menteri BUMN, Red) yang akan tindaklanjut, kita hanya mengaudit,a�? kata dia.(jlo/dit/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka