Ketik disini

Ekonomi Bisnis

Omzet Apotik Meningkat

Bagikan

MATARAM – Bisnis farmasi akhir-akhir ini mengalami peningkatan. Seperti di Apotik Wijaya Tirta yang berada di Jalan Dr Wahidin komplek ruko Rembiga Mataram yang sudah tiga tahun beroperasi.

Apotik Wijaya Tirta merupakan salah satu apotik yang menjual berbagai jenis obat-obatan baik obat-obatan bebas, bebas terbatas, maupun obat-obatan keras. Menurut Ratna apoteker Wijaya Tirta, rata-rata penjualan obat-obatan meningkat hingga 10 persen dalam triwulan 2017.

a�?Tapi tergantung musimnya seperti saat ini musim penyakit akibat pancaroba. Yang banyak terjual ya vitamin dan obat flu dan batuk,a�? kata Ratna kepada Lombok Post kemarin (7/3).

Apotik Wijaya Tirta rupanya sudah mempunyai segmen pasar tersendiri di kawasan itu. Bahkan Ratna dapat memprediksi konsumennya yang hanya melingkupi kawasan Rembiga, Gunung Sari, hingga Sayang-Sayang. Terkait dengan itu, pihaknya lebih banyak menjual jenis obat-obatan bebas serta vitamin yang umumnya dicari konsumen.

Dia menegaskan, ada perbandingan antara obat-obatan bebas dengan obat-obatan keras yang membutuhkan resep dokter. Perbandingannya hingga 70 persen hingga 30 persen. Tentu itu mepengaruhi omzet penjualan obat di apotik tersebut.

a�?Kalau kita jual lebih banyak obat keras dan peminatnya sedikit kan rugi. Maka itu kami sudah punya pangsa pasar tersendiri,a�? papar dia.

Untuk harga vitamin berkisar antara Rp 15 ribu hingga Rp 70 ribu. Sementara untuk obat keras paling tinggi harganya mencapai Rp 40 ribu. Ratna menjelaskan, lebih kurang ratusan jenis obat dijual di apotik itu. Adapun konsumennya tentu mereka yang membutuhkan vitamin atau obat bebas lainnya.

Sementara untuk jenis penyakit tertentu yang menggunakan resep dokter tetap tersedia. Lagipula, kawasan tempatnya berbisnis didominasi oleh para pekerja. Saat ini pihaknya tidak berpikir untuk melakukan ekspansi bisnis. Lagipula masih ada segmen pasar lain yang belum tersentuh.

Ratna yakin pada musim-musim tertentu omzetnya bakal meningkat signifikan. Dia mencontohkan saat Anak Barujari meletus dan menimbulkan abu vulkanik. Saat itu, pejualan masker dan obat-obatan untuk pernafasan meningkat signifikan. Begitu juga saat musim hujan di mana obat flu yang meningkat. (tan/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka