Ketik disini

Headline Politika

PKS Lebih Diuntungkan dengan Dr Zul

Bagikan

MATARAMA�– Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyodorkan dua kader internalnya untuk maju di Pilgub NTB 2018 kepada mitra koalisi. Dua kader itu Dr ZulkieflimansyahA� sebagai bakal calon gubernur (bacagub) dan H Johan RosihanA� sebagai bakal calon wakil gubernur (bacawagub).

Melihat kedekatan masing-masing figur terhadap sejumlah mitra koalisi, bakal menjadi pertimbangan PKS kepada siapa akhirnya kader yang akan diusung untuk maju. Seperti diketahui Dr Zul sangat getol kedekatannya dengan Partai Demokrat. Begitu juga Johan dengan Partai Golongan Karya (Golkar).

Pengamat politik NTB dari IAIN Mataram Agus mengatakan, ia melihat Johan juga membangun gerakan politik mendekat ke Golkar. Karena bisa jadi Johan masih mengharapkan bisa mendampingi Golkar dalam Pilgub NTB 2018. Terlebih adanya pernyataan Johan yang ingin berpasangan dengan H Moh Suhaili atau H Ahyar Abduh.

a�?Artinya Johan berharap bisa menjadi calon wakil gubernur,a�? katanya, kemarin (8/3).

Sedangkan Dr Zul, lanjutnya, berharap PKS dan Demokrat dapat berkoalisi mengusung Bang Zul sebagai calon gubernur dan berpasangan bersama Hj Siti Rohmi Djalillah.

a�?Jika dugaan saya benar, maka tentu PKS lebih diuntungkan dengan Bang Zul dibandingkan mendorong Johan,a�? kata Agus.

Mantan anggota komisioner KPU NTB ini beralasan, karen motivasi Dr Zul di Pilgub NTb 2018 adalah menjadi nomor satu. Sedangkan motivasi Johan sebagai posisi nomor dua alias wakil gubernur.

Jika melihat hasil Pilgub NTB 2013 lalu, sambungnya, saat itu Johan menjadi wakil dari Suryadi Jaya Purnama (SJP). Mereka diusung oleh PKS, PBR, dan PPRN yang hanya mendapat 183.825 suara sah atau 7,85 persen.

a�?Mereka waktu itu memperoleh suara terendah dibandingkan tiga pasangan calon lainnya,a�? ungkapnya.

Artinya, kalau melihat hasil Pilgub NTB 2013 tersebut, sangat wajar jika PKS akan lebih berhati-hati mengusung calon. Dengan adanya Dr Zul bisa menjadi alternatif PKS memenangkan pemilu. Dengan syarat, PKS berkoalisi dengan Partai Demokrat. (ewi/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka