Ketik disini

Metropolis

Belajar Tari Merak Angelo Lewat Video

Bagikan

Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Memiliki ibu dan kakak penari membuat gadis cilik ini juga jago menari. Dia bahkan mampu menguasai sebuah tarian tanpa tutor. Berikut kisahnya.

***

PURA Penataran Agung Mumbul, Pagesangan Kota Mataram, siang itu dipenuhi ratusan manusia. Semua memakai baju adat berwarna putih dengan selendang kuning meliliti pinggang.

Diantara ratusan orang tersebut, terlihat beberapa anak berkostum penari sedang duduk di aula. Dua diantaranya menggunakan kostum unik.

Di atas kepala mereka terdapat mahkota bebentuk merak. Tak hanya itu, bahkan di bagian pinggul pun terdapat hiasan layaknya ekor merak yang tengah mekar.

Tak berselang lama, keduanya pun beranjak dari duduknya. Berdiri di tengah lapangan melawan matahari yang semakin terik. Aluran irama musik khas tradisional pun mulai mengalun. Keduanya mulai bersiap mengatur posisi dan mulai menari.

Tarian itu adalah tari merak angelo. Tari kreasi yang diadaptasi dari tarian khas Bali. Keduanya menari dengan anggun, namun salah satunya cukup menyita banyak perhatian penonton. Gerakannya membuat orang berdecak kagum. Badannya terlihat sangat lentur meski lebih berisi dibandingkan rekannya.

Dialah Ida Ayu Svayam Prabha Naraswari. Gadis cilik asal BTN Griya Pagesangan ini terlihat sangat lihai memperagakan seluruh gerakan tari merak angelo dari awal sampai akhir.

Setiap gerakan terlihat sangat rapi tanpa ada cacat sedikit pun. Bahkan mimiknya pun terlihat pas meski cahaya matahari menyilaukan pandangan.

Setelah beberapa menit, tarian pun usai. Gek Dayu, sapaan akrabnya, berjalan kembali menuju aula tempatnya semula. Terlihat keringat bercucuran di pelipis wajah akibat teriknya matahari. Terlihat ia mulai mengatur napas saat Lombok Post menghampirinya. “Saya belajar menari sejak kecil,a�? ujarnya tersipu.

Gek Dayu menuturkan, ia belajar menari sejak sebelum masuk sekolah dasar. Ia belajar dari ibu dan kakak perempuannya yang juga seorang penari. Hampir setiap hari ia selalu memperhatikan kakaknya menari.

Ketertarikan itu bermula saat ia menyaksikan gerakan tari yang dipraktikan sang kakak di rumah. Gerakannya yang begitu lentur dan terlihat sangat anggun. Gek Dayu pun ingin juga bisa menari seperti sang kakak. “Akhirnya diajari mama dan kakak menari,a�? sambungnya.

Setelah masuk sekolah, gadis yang kini duduk di bangku kelas 4 SDN 4 Mataram tersebut pun akhirnya ikut dalam sebuah sanggar tari. Di sanggar tersebut ia mulai mempertajam bakatnya.

Ia pun beberapa kali ikut lomba tari yang diselenggarakan di Lombok. “Juga sering tampil di acara seperti saat ini dan juga pernah tampil di Lombok Epicentrum Mall (LEM),a�? ungkapnya.

Dari banyaknya tarian yang ia ketahui, Gek Dayu jatuh cinta dengan tari merak angelo. Gerakan tarian tersebut dianggap lebih unik dibanding tarian lainnya. Namun tidak membuat kesulitan memperagakannnya.

Selain itu, kostum juga menjadi daya tarik yang paling ia sukai. “Kostumya lebih bagus,a�? kata Gek Dayu.

Uniknya, tarian merak angelo tersebut ia pelajari sendiri tanpa bimbingan. Ia belajar tarian tersebut melalui video yang ia tonton selama tiga hari. Ia memperhatikan setiap detail gerakan kemudian mempraktikkannya sendiri di rumah. “Tarian merak gak diajarin mama maupun guru,a�? pungkasnya.

Hal ini sangat luar biasa di usianya yang terbilang sangat muda. Ia mampu belajar otodidak sebuah tarian dalam waktu singkat. Bahkan menampilkannya dengan sempurna tanpa cacat seperti aslinya.

Namun meski memiliki bakat tari yang luar biasa, Gek Dayu tak ingin terlalu fokus di bidang seni. Ia lebih ingin menjadi seorang dokter.

Baginya menari hanya hobi dan mengembangkan bakat. Ia belum ingin bercita-cita menjadi penari seperti ibu dan kakak perempuannya. “Saya mau jadi dokter, kalau penari kan sudah ada kakak,a�? tandasnya dengan senyum polos. (FERIAL AYU/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka