Ketik disini

Pendidikan

BKKBN Ajak Mahasiswa Tingkatkan Kualitas Hidup

Bagikan

MATARAM -A� Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI terus berupaya mengajak masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup. Kali ini, mereka menyasar Mahasiswa NTB.

Untuk mensosialisasikan programnya, BKKBN perwakilan NTB selaku pelaksana bekerjasama dengan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Mataram. Sehingga, sosialisasi dirangkum dengan kuliah umum yang bertema revolusi mental berbasis keluarga menuju generasi NTB cendekia terbuka untuk keunggulan.

Pada kegiatan tersebut, pemateri langsung disampaikan Kepala BKKBN RI dr Surya Chandra Surapaty Mph.

a�?Saya datang kesini bukan hanya sekedar berikan informasi. Tapi mengajak kita semua untuk sama-sama meningkatkan kualitas hidup,a�? kata Surya pada kalimat membuka saat mengisi kuliah umum di Aula IAIN Mataram, kemarin (9/6).

Dia menerangkan, dahulunya BKKBN itu bernama Badan Koordinasi dan Keluarga Berencana. Namun, saat ini kata koordinasi digantikan menjadi kependudukan. Artinya, tugas BKKBN ini semakin komplek.

a�?Sekarang kita bekerja dibawah naungan Undang-undang Nomor 52 tahun 2009 tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga,a�? jelasnya.

Dosen kedokteran dari Universitas Sriwijaya itu menjelaskan, BKKBN pada tahun 70-an tugas BKKBN hanya satu. Yaitu, mencari solusi bagaimana menekan angka pertumbuhan penduduk. Karena pertumbuhan penduduk yang tidak dihambat akan berpengaruh terhadap laju ekonomi.

Untuk itu, pemerintah menargetkan untuk menekan angka pertumbuhan penduduk. Kala itu, BKKBN mencatat terdapat 5,6 jutaA� wanita subur melahirkan. Dengan sebanyak itu, pemerintah berupaya untuk menekan hingga 2,1 juta.

Namun, yang berhasil dilakukan BKKBN menekan hingga 2,6 juta.

a�?Jika mencapai 2,1 juta penduduk berarti tumbuh seimbang. Artinya tidak akan terjadi ledakan penduduk,a�? jelasnya.

Tetapi, dari tidak tercapainya penekanakn ledakan penduduk itu, Indonesia mendapatkan penurunan angka bonus demografi. Secara nasional, bonus tersebut diharapkan bisa masuk ke setiap provinsi.

a�?Jadi, 2020-2030 pertumbuhan penduduk bisa ditekan. Sehingga relatifnya usia 15 sampai 40 tahun mendominasi lapangan pekerjaan,a�? jelasnya.

Namun, keadaan demografi itu bisa menciptakan dua keadaan. Pertama bisa menjadi anugrah dan bom waktu bagi Indonesia.

a�?Jika ingin menjadi anugrah syaratnya masyarakat harus berkualitas,a�? tegasnya.

Untuk itu, saat ini BKKBN mengajak generasi muda dan remaja untuk tidak menikah dibawah umur. Menurut teori kesehatan kedokteran, usia dibawah 21 tahun itu masih perlu pengembangan sel alat produksi wanita dan gizi yang seimbang.

Jika mereka menikah dibawah umur tentu gizi yang ada pada dirinya tidak seimbang. Sehingga rentan resiko pada proses melahirkan.

Rektor I IAIN Mataram H Masnun mengatakan, dengan adanya kuliah umum seperti ini, semakin membuka wawasan mahasiswa untuk lebih meningkatkan kualitas hidupnya. Mengingat saat ini keseimbangan penduduk dengan lapangan pekerjaan yang ada tidak seimbang.

a�?Yang bisa menyelamatkan mereka hanya keahlian mereka sendiri.

Menurutnya, kegiatan seperti itu bisa memberikan motivasi bagi seluruh civitas akademika di IAIN Mataram.A� (arl/r9)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka