Ketik disini

Headline Sumbawa

Didorong Jadi Cagub, Prof Ude Dilengserkan Jadi Rektor ?

Bagikan

SUMBAWA- Munculnya nama Rektor Universitas Samawa (UNSA) Prof Dr Syaifuddin Iskandar (Prof Ude) untuk turut bertarung pada suksesi kepemimpinan NTB 2018-2023 tentu menjadi angin segar bagi masyarakat Sumbawa. Adanya dukungan dari berbagai aliansi masyarakat untuk mendudukkan Prof Ude sebagai calon wakil gubernur sekaligus menimbulkan tanda tanya besar. Siapa yang akan menggantikan posisinya sebagai orang nomor satu di universitas tertua di Pulau Sumbawa ini. Ataukah derasnya dukungan dari Komunitas Intelektual Muda Sumbawa bermaksud untuk meregenerasi kepemimpinan di UNSA.

Terkait hal itu, Dekan Fisip UNSA M Salahuddin yang juga tergabung sebagai anggota dari Komunitas Intelektual Muda Sumbawa saat jumpa pers,Rabu (8/3) menjelaskan bahwa kendati Prof Ude didorong mewarnai pesta politik 5 tahunan NTB tersebut, bukan berarti lantaran dorongan untuk meregenerasi kepemimpinan UNSA.

”Bahkan andaipun Prof Ude terpilih menjadi wakil gubernur NTB, UNSA sama sekali tidak ingin melepas Prof Ude dari jabatannya sebagi rektor,” katanya.

“Di persyaratan tidak mesti harus melepas jabatan, kami juga di UNSA tidak ingin melepas beliau,karena fungsi leadership itu adalah politik dan manajemen. Selama 18 tahun beliau sudah membangun itu, membangun sistem yang baik,” katanya.

Dalam artian, kata Salahuddin, meski Prof Ude maju di cawagub atau bahkan terpilih, hal itu tidak menjadi masalah buat UNSA. Sebab UNSA tinggal menjalankan sistem yang telah dibangun Prof Ude tersebut.Lewat kesempatan itu pula, ia menepis jika dorongan kepada Prof Ude hanya dilandasi regenerasi pemimpin UNSA.

“Ini murni karena ada dorongan masyarakat yang menginginkan pemimpin NTB diwakili oleh figur pendidik. Sebab dari dulu hanya diisi dari kalangan birokrat,militer,kiai. Sehinga sekarang figur pendidik yang diinginkan masyarakat,” pungkasnya. (en/r4)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka