Ketik disini

Sportivo

Fantastis, Dramatis, Sensasional

Bagikan

BARCELONA A�A�a��Camp Nou larut dalam histeria. Remontada alias spirit revans yang digaungkan Barcelona kepada Paris Saint-Germain (PSG) terjadi sungguhan. Defisit empat gol pada pertemuan pertama di Parc des Princes 14 Februari silam dibayar lunas oleh Barca

Barca memang sinting. Demikian rata-rata komentar soal comeback Blaugrana, julukan Barca, kemarin (9/3) di Camp Nou. Pada pertemuan kedua babak 16 besar Liga Champions kemarin Andres Iniesta dkk menggebuk PSG dengan telak 6-1. Kemenangan kemarin membuat Barca melaju ke perempat final dengan total agregat 6-5.

a�?Saya berterima kasih kepada mereka yang tak pernah kehilangan kepercayaan kepada Barca meski kami sudah kalah empat gol. Kemenangan ini saya dedikasikan kepada mereka semua,a�? kata Enrique seperti dikutip Sport kemarin.

a�?Memang kami bukan Harlem Globetrotters, tapi inilah sepak bola,a�? tambah pria kelahiran Gijon tersebut. Harlem Globetrotters adalah tim basket asal Chicago AS yang memadukan kelenturan tubuh, komedi, juga teater.

Enrique memang terus menggelorakan optimisme jika Barca bisa membalikkan keadaan. Meski terdengar sedikit gila, ‘ramalan’ pria berusia 46 tahun sebelum pertandingan sungguh-sungguh terjadi. a�?Kalau mereka (PSG,red.) bisa mencetak empat gol, kami bisa enam gol,a�? ucap Enrique.

Enam gol Barca di laga kemarin dihasilkan Luis Suarez pada menit ketiga, Layvin Kurzawa (40′-bunuh diri), Lionel Messi (50′-penalti), brace Neymar (88′ dan 90+1′-penalti), dan Sergi Roberto (90+5′). Sedang PSG membuat gol lewat Edinson Cavani (62′).

Nah, Enrique yang tak ingin jadi keledai, terjatuh di lubang yang sama dua kali, merombak formasi permainannya. Jika pada pertemuan pertama Barca memakai formasi 4-3-3 maka kemarin formasi itu dimodifikasi jadi 3-3-1-3.

Bek Barca Sergi Roberto yang pada pertemuan pertama menjadi lubang di lini pertahanan dibangku cadangkan. Lalu bintang Barca Lionel Messi yang biasanya menjadi trisula lini depan ditarik agak mundur.

MSN (Messi-Suarez-Neymar) di laga kemarin dipecah sesuai kebutuhan. Trio tukang gedor Barca dipasrahkan kepada Rafinha-Suarez-Neymar. Lantas Messi bermain di belakang ketiga pemain depan itu untuk memasok bola.

Kemudian untuk memperkokoh pertahanan maka di depan tiga bek dipasanglah trio gelandang. Yakni Ivan Rakitic-Sergio Busquets-Andres Iniesta. Dengan adanya tiga gelandang ini, maka kerja Javier Mascherano-Gerard Pique-Samuel Umtiti terbantu.

Kalau Barca mengutak-atik formasi maka PSG pun demikia. Entraineur PSG Unai Emery memilih skema yang cederung bertahan. Jika 14 Februari lalu menggunakan 4-3-3, maka kemarin 4-5-1.

Dengan pilihan taktik Emery kemarin sepertinya mantan pelatih Sevilla dan Valencia itu memilih tidak meladeni ajakan Barca bermain menyerang. Emery memilih bertahan karena berpikir margin empat gol susah untuk dikejar.

Meski versi UEFA sosok yang dianugerahi man of the match adalah Andres Iniesta akan tetapi hero sebenarnya adalah Neymar. Pemain 25 tahun itu menunjukkan inisiatif yang luar biasa ketika Cavani mencetak gol di menit ke-62.

Dalam sorotan kamera, ketika Cavani membuat gol semua pemain Barca menundukkan kepala cuma Neymar yang masih menegakkan kepala dan berteriak menyematai kawannya.

Usai kebobolan Cavani, pelatih Barca Enrique merespon dengan mengembalikan formasi jadi 4-3-3. Rafinha yang di laga kemarin kurang berani melakukan penetrasi diganti Sergi Roberto. Masuknya Sergi membuat Neymar kembali ke depan bersama Suarez dan Messi.

Dan perubahan ini membuahkan hasil. Dalam 7 menit dan 16 detik di sisa pertandingan Barca membuat tiga gol. Dua dihasilkan Neymar juga Neymar ikut andil dalam gol kemenangan Sergi yang menerima umpan Neymar.

a�?Ini adalah pertandingan terbaik yang pernah saya jalani sepanjang hidup saya. Pertama karena kami menciptakan sejarah kedua Barca membuktikan sebagai tim yang mematahkan sesuatu yang dianggap tak mungkin,a�? ucap Neymar kepada Marca.

Sebelum laga ini, UEFA memprediksi Barca tak akan bisa melakukan comeback. Bahkan UEFA memberikan persentase nol persen untuk Barca melakukan remontada. Hal ini mengingat dalam 58 laga lain di Liga Champions tak satu pun tim berhasil memukul balik seandainya kalah 4-0 di pertemuan pertama di level knock out.

Sementara itu, entraineur PSG Unai Emery mengatakan kecewa dan mengambil pelajaran besar dari kekalahan kemarin. Dengan kaki-kaki yang gemetar, PSG sebenarnya tak siap dengan tekanan Barca yang mirip air bah kemarin.

a�?Kami sangat lemah di babak pertama karena tak melakukan pressing dengan benar. Kami bertahan dan malah menciptakan Barca untuk menekan kami sepanjang laga,a�? tutur Emery.

Bukti betapa groginya PSG sudah terlihat ketika bek Kurzawa melakukan bunuh diri. Berencana menghalau bola keluar setelah bola chip oleh kapten Barca Andres Iniesta, halauan Kurzawa kurang sempurna. (dra/jpg/r10)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka