Ketik disini

Kriminal

Imigrasi Mataram Perketat Pembuatan Paspor

Bagikan

MATARAM – Praktik Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) kerap menyasar calon Tenaga Kerja Indonesi (TKI). Guna mengantisipasinya, Ditjen Imigrasi Kemenkumham memperketat permohonan paspor.

Kepala Biro Humas Kemenkumham Efendy Peranginangin mengatakan, penempatan dan pemberangkatan TKI tidak hanya fisiknya saja. Tapi perlu juga memperhatikan keselamatan dan hak mereka bisa terlindungi.

Kantor Imigrasi sebagai pemberi dokumen bagi calon TKI mempunyai peran vital. Karena itu, mereka mulai memperketat pemberian paspor terhadap masyarakat yang hendak menjadi TKI.

a�?Kita tidak ingin calon TKI kesulitan saat bekerja di luar negeri,a�? kata Efendy, kemarin (9/3).

Kantor Imigrasi Mataram sendiri telah menunda pemberian paspor kepada 85 pemohon, sejak Januari hingga Maret. Mereka merupakan warga yang hendak mengajukan permohonan untuk bisa bekerja di luar negeri.

Efendy menjelaskan, tugas utama Imigrasi memang memberikan dokumen perjalanan. Terutama bagi pemohon yang hendak bekerja di luar negeri. Meski demikian, pihaknya tidak serta merta memberikan paspor.

a�?Kalau mau bekerja di luar negeri, ada beberapa kelengkapan yang harus disiapkan. Dan itu tidak saja dari Imigrasi, tapi ada juga rekomendasi dari instansi lain,a�? ujarnya.

Meski demikian, langkah penundaan itu disebut Efendy sebagai upaya mencegah terjadinya TPPO. Sebab ada indikasi calon TKI kerap dimanfaatkan oknum dalam kejahatan perdagangan manusia.

a�?Tapi kalau memang sudah lengkap, ya tidak ada alasan untuk memberikan,a�? tegas dia.

Sementara itu, pernyataan serupa dikatakan Kadiv Imigrasi Kemenkumham NTB Eddy Setiadi. Kata dia, antusiasme masyarakat Lombok untuk bekerja di luar negeri, harus diantisipasi. Terutama untuk menghindari agar mereka tidak menjadi korban TPPO.

Kantor Imigrasi Mataram, lanjut dia, menjadi yang tertinggi di Indonesia terkait penundaan pembuatan paspor.

a�?Jadi itu memang upaya kita untuk mencegah adanya TPPO,a�? katanya. (dit/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka