Ketik disini

Ekonomi Bisnis

Kiwi 12 Warung Rumahan, Cita Rasa Pengusaha

Bagikan

MATARAM – Bisnis kuliner di Kota MataramA� memang tidak ada habisnya. Halaman rumah pun disulap menjadi warung makan dengan konsep rumahan. Konsumennya pun tidak sedikit. Umumnya mereka merupakan pebisnis muda, karyawan swasta, dan komunitas.

Kiwi 12 nama tempat warung rumahan yang beroperasi sejak 2014 itu. Layaknya cafe, warung rumahan ini juga diakses oleh wisatawan. Tidak jarang agen perjalanan wisata membawa tamunya mampir ke warung tersebut.

Jiru, pemilik warung dengan konsep rumahan itu menceritakan bagaimana mengawali bisnisnya. Awalnya, rumahnya menjadi tempat berkumpulnya lintas komunitas travel dan pramuwisata. Mereka pun sering menikmati kuliner-kuliner khas racikan Jiru yang memang bisa memasak.

“Lambat laun ada yang mengusulkan agar saya buka warung saja,” ujar Jiru kepada Lombok Post kemarin (8/3).

Warung tersebut menyajikan bermacam kuliner seperti nasi goreng, Indomie goreng, ayam bakar,dan yang terpopuler adalah Tuna Fillet Dabu-dabu, mahi-mahi sambal matah, dan ikan asin bumbu jeruk.

Lokasinya yang berada di Jalan Kiwi nomor 12 Karang Jangkong itu memang terletak di tengah-tengah perumahan. Tapi, banyak masyarakat yang tahu warung Kiwi 12 itu. Jiru menjelaskan, pola pemasarannya pun berlangsung dari mulut ke mulut.

“Di sini juga tempat berkumpulnya para marketing perusahaan-perusahaan ternama,” ujarnya.

Dia juga mengandalkan tiga jenis ikan sebagai bahan dasar menu masakannya yakni ikan languan, tuna, dan ikan mahi-mahi. Tapi beberapa bulan terakhir dia kesulitan memperoleh ikan tuna dan mahi-mahi sehingga fokus pada ikan languan.

Tidak sekadar berbisnis, Jiru juga menjaga kualitas masakannya. Dia menyajikan ikan segar yang diperoleh langsung dari langganannya di Pasar Kebon Roek. Tapi tidak jarang dia membeli ikan di Pasar Mandalika.

“Semua bahan masakan saya fresh karena setiap pagi saya membeli semua keperluan memasak,” tandas dia.

Harga yang diberikan kepada para konsumennya pun terjangkau yakni Rp 25.000 per porsi ikan kuah asem. Begitu juga dengan masakan gulai ikan yang harganya Rp 25 ribu. Serta beberapa menu lainnya seperti ayam goreng dan nasi goreng yang dibandrol seharga Rp 20 ribu. Tidak heran jika lokasi ini menjadi pilihan utama untuk melepas lelah setelah sekian jam bekerja di kantor.

Tidak hanya itu, lahan parkirnya pun cukup luas sehingga para konsumen yang rata-rata bermobil tidak kesulitan untuk memarkir kendaraannya. Warung ini buka sejak pukul 09.00 wita hingga pukul 17.00 wita. Tingginya animo masyarakat yang datang ke warung itu membuatnya berpikir untuk melebarkan bisnisnya.

“Saya rencananya buka pada malam hari tapi dengan pola emperan yang lokasinya sudah disiapkan. Ini untuk memenuhi banyak permintaan terutama komunitas muda,” papar dia.

Dia yakin ke depannya bisnis kuliner tersebut semakin meningkat yang berdampak pada peningkatan penghasilan. Setiap harinya warung Kiwi12 itu setidaknya didatangi sekitar 50 orang. Belum lagi jika ada biro perjalanan yang datang membawa tamunya membuatnya semakin sibuk melayaninya. (tan/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka