Ketik disini

Tanjung

Dipecat tanpa Alasan, Maman Ngadu ke Disnaker

Bagikan

TANJUNGA�– Perseteruan antara karyawan Pesona Resort dan perusahaan kembali terjadi. Untuk menyelesaikan konflik internal ini, pekerja yang didampingi LARD dan SBSI NTB melakukan pertemuan bipartit dengan perusahaan yang difasilitasi Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker PM-PTSP) Lombok Utara, kemarin (10/3).

Dalam pertemuan tersebut pekerja yang dipecat Maman Haerawan mengaku dirinya ingin meminta kejelasan kepada perusahaan. Terutama terkait alasan dirinya dipecat. a�?Sekarang juga semua teman-teman banyak yang di PHK (pemutusan hubungan kerja) tanpa alasan yang jelas,a�? keluhnya.

Ditambahkan, selain ingin mengetahui alasan pasti pemecatan dirinya, persoalan gaji yang tidak sesuai juga menjadi pertanyaan. a�?Saya sudah bekerja total tujuh tahun di sana. Pas empat tahun bekerja saya berhenti, tapi dipanggil lagi dan saya bekerja lagi. Tapi sekarang malah tidak jelas gini,a�? paparnya.

Sementara itu, pendamping pekerja dari LARD Mahmudah Kala mengungkapkan, perseteruan antara pekerja dengan perusahaan di Pesona Resort ini sudah terjadi dua kali. Dengan peristiwa kedua ini maka perusahaan dinilai sudah melanggar hasil kesepakatan yang sudah disepakati sebelumnya. a�?Perusahaan berjanji akan memperbaiki semuanya dalam beberapa bulan. Justru setelah delapan bulan dari penyelesaian masalah pertama, sekarang ada lagi yang di PHK tanpa alasan jelas,a�? katanya.

Ditambahkan, setelah banyak pekerja yang berbicara dengan pihaknya, perusahaan terlihat gusar dan mulai mengancam akan memecat semua pekerja yang terlibat dalam perseteruan pertama.

Menanggapi hal tersebut, kuasa hukum Pesona Resort Antonius menjelaskan, alasan perusahaan memberhentikan Maman adalah hubungan antara manajemen dan owner sudah tidak harmonis dengan Maman. a�?Selain itu Maman juga tidak komunikatif. Tentu kalau bekerja di satu perusahaan dan hubungannya harmonis pasti tidak ada pemecatan,a�? tandasnya.

Ditambahkan, PHK yang dilakukan sudah sesuai ketentuan. Kemudian hak-hak pekerja yang di PHK juga akan diberikan perusahaan.

Sementara itu, Koordinator SBSI NTB Akso Anugrah yang juga mendampingi pekerja mengatakan, Maman ini merupakan ketua serikat pekerja di perusahaan tersebut. Tetapi malah mendapatkan perlakuan yang tidak mengenakan seperti ini. a�?Kalau alasannya cuma tidak harmonis tidak bisa diterima. Dari mana mereka mengukur suatu hubungan dikatakan disharmoni,a�? tanyanya.

Pantauan koran ini, pertemuan tersebut pun berakhir buntu. Tidak ada kesepakatan yang tercapai antara perusahaan dengan pekerja tersebut. a�?Karena tidak ada hasil yang disepakati maka pertemuan bipartit ini gagal. Selanjutnya kami akan teruskan ini ke pemprov untuk ditindaklanjuti. Apalagi sudah dua kali pertemuan digelar tetap tidak ada kata sepakat,a�? ujar Kabid Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Disnaker PM-PTSP Lombok Utara Abdul Khairul Mas di akhir pertemuan. (puj/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka