Ketik disini

Metropolis

Fokus Bisnis, Lepas Beasiswa S2

Bagikan

Untuk meraih sukses memang perlu perjuangan dan pengorbanan. Seperti yang dilakukan Muhammad Abduh.

***

PENAMPILANNYA sederhana. Pria yang akrab disapa Abduh ini selalu tersenyum menyapa pelanggan yang datang ke toko hijab a�?Helwaa�? miliknya. Toko tersebut terletak di Jalan SandubayaA� 36 Bertais, tak jauh dari Terminal Mandalika Bertais.

Abduh bukanlah lulusan di bidang bisnis. Ia merupakan sarjana pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Mataram. Sebelumnya ia menghabiskan waktu dengan mengajar.

Namun rasa bosan mulai terasa. Abduh tak lagi merasa nyaman hanya duduk mengajar di kelas. Terlebih lagi setelah menikah dan memiliki seorang putra. Ia ingin mengelola bisnisnya sendiri. a�?Itulah makanya tidak jadi ambil S2 padahal saya sudah lulus tes LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan),a�? akunya sambil tertawa kecil.

Abduh tak menyesal, meski keputusannya itu bisa saja salah. Namun tekad yang kuat untuk membuka bisnis sendiri, membuat ia yakin, pilihannya merupakan pilihan yang tepat.

Ia menuturkan, bisnis tersebut berawal ketika ia berada di Bandung. Ia bertemu dengan pemilik salah satu pabrik pembuat beraneka ragam jilbab, yakni PT Ansatex Bandung. Ia akhirnya bekerja di pabrik tersebut.

Belakangan manajemen pabrik memutuskan membuka cabang di Lombok. Ini merupakan cabang pertama. Sebelumnya di Sulawesi, Makasar, dan Pulau Jawa. a�?Saya dipercaya untuk jadi agen resmi di sini,a�? kata pria 27 tahun tersebut.

Ia pun menerima tawaran tersebut. Apalagi perusahaan menanggung stok, termasuk penyewaan toko dan pengiriman barang.

Selain itu, harganya pun sangat terjangkau. Hal ini dikarenakan langsung diambil dari tangan pertama. Sementara untuk keuntungan sendiri, ia mendapatkan 30 persen dari total keseluruhan laba. a�?Itu di luar gaji,a�? sambungnya.

Di samping itu, jilbab yang ia jual merupakan produk asli dalam negeri. Kualitasnya pun tak kalah saing dengan jilbab impor yang ada di Indonesia. Seperti jilbab yang didatangkan dari China dan sebagainya. a�?Ini sekaligus membantu memberdayakan ekonomi dalam negeri,a�? tukasnya.

Meski baru dibuka selama tiga minggu, namun antusias pembeli cukup tinggi. Dalam sehari kunjungan mencapai lima orang ke atas. Rata-rata pembeli membeli jilbab mulai dari 1 hingga 5 kodi per orangnya. a�?Satu kodi itu sebanyak 20 pcs jilbab,a�? imbuhnya.

Tokonya tersebut menjual sekitar 11 jenis jilbab. Yakni Ansania, Saudia, Tierack, Ellena, Shinar, Bemboo, [email protected], [email protected], Marseline Silk, dan Helwa Texture. Seluruhnya berbahan nyaman digunakan di musim panas sekalipun.

Sementara untuk harga, ia menjual jilbab grosir dan eceran. Harga termurah sebesar Rp 15 ribu per potong untuk grosir dan Rp 20 ribu untuk eceran, yakni jilbab Saudia. Sementara yang termahal hanya sebesar Rp 30 ribu per potong untuk grosir dan Rp 45 ribu untuk eceran, yakni jilbab Helwa texture grande. a�?Kita juga terima sistem reseller tapi dengan cash,a�? tutupnya. (FERIAL AYU/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka