Ketik disini

Sportivo

Peraih Emas PON Jabar Berencana Jadi TKI

Bagikan

PRAYA – Habis manis sepah dibuang. Pepatah itu seolah menggambarkan nasib atlet tarung derajat Munakip.

Peraih medali emas PON XIX/2016 Jawa Barat (Jabar) seolah-olah dilupakan. Pemerintah maupun organisasi olahraga NTB terkesan mengabaikan perjuangan pria asal Lombok Tengah ini. Padahal, dia sudah bekeringat banyak untuk mengharumkan nama NTB.

Pengorban Munakip tidak hanya tenaga, tapi dia juga rela jauh dengan keluarganya. Dia harus meninggalkan seorang istri dalam kondisi hamil hanya untuk mewujudkan target emas yang diusung KONI NTB.

Pengorbanan Munakip bukan itu saja. A�Dia juga kerap mengabaikan kuliahnya demi fokus latihan.

Jasa dan perjuangan Munakip begitu besar untuk NTB. Terakhir, Munakip menyumbang emas ke-10 dari 11 medali emas bagi kontingen NTB pada PON Jabar.

Medali emas sumbangan Munakip ini menyelamatkan muka NTB di kancah nasional. Seandainya Munakip tidak berjuang maksimal untuk meraih medali emas, tentu kontingen NTB hanya akan meraih 10 medali emas.

Semua pengorbanan Munakip tidak berbalas. Torehan prestasinya hanya tercatat dibuku KONI NTB. Sementara nasib untuk mendapatkan pekerjaan tetap masih abu-abu.

a�?Sekarang saya menganggur. Padahal saya dulunya berjuang untuk mengharumkan nama NTB. Saya rela meninggalkan istri dan meninggalkan kuliah hanya untuk NTB. Tapi, nasib saya malah seperti ini,a�? keluh Munakip kepada Lombok Post, kemarin (10/3).

Saat ini, Munakip mengandalkan penghasilan sebagai kusir cidomo. Dia terpaksa menjalani pekerjaan itu dengan iparnya untuk membuat dapurnya tetap mengepul.

Selain cidomo, harta Munakip yang tersisa adalah kambing. Dia memiliki tiga ekor kambing. a�?Kalau tidak ada uang kambingnya kita jual,a�? ujarnya.

Munakip menuturkan, beberapa bulan setelah pelaksanaan PON Jabar, tepatnya sepulang dari kuliahnya dia mampir untuk salat di dekat Musala KONI NTB. Saat itu, pria asli Desa Tiwu Lekong itu berjumpa dengan Ketua KONI NTB Andy Hadianto.

Kala itu, Munakip mempertanyakan nasibnya langsung kepada Andy. a�?Saya ingat betul jawabannya Pak Andy. Tenang saja, KONI telah mengusulkan 20 nama ke Gubernur untuk diakomodir mendapatkan pekerjaan. Begitu kata Pak Andy saat itu,a�? sebut Munakip menirukan jawaban Andy Hadianto kala itu.

Sayangnya, janji itu belum juga terealisasi. Munakip masih berstatus sebagai atlte pengangguran. a�?Kita disuruh menunggu panggilan. Kapan pemanggilannya saya tidak tahu,a�? beber dia.

Dia berharap, semoga KONI dan pemerintah NTB bisa memberikan kejelasan terkait nasibnya. Agar dia bisa merasakan pekerjaan dan bisa menghidupi keluarga kecilnya. a�?Saking tidak adanya pekerjaan saya berencana untuk menjadi TKI ke Arab Saudi,a�? terang Munakip.

a�?Mudahan saja, atlet lainnya tidak merasakan apa yang dirasakan saat ini,a�? harapnya. Sementara, Ketua KONI NTB Andy Hadianti yang dikonfirmasi via ponsel terkait nasib Munakip belum bisa dihubungi.

Sedikit mengulas prestasi Munakip, pada Kejurnas Tarung Derajat Piala Wakil Presiden 2013 di Bandung, dia meraih medali emas di kelas 61-64 kg putra. Pada kejuaran ASIA Tenggara tahun 2014, dia meraih medali emas. Begitu juga di ajang Pra-PON 2015, dia menyumbangkan medali emas. Baru-baru ini, dia mempersembahkan medali emas pada PON Jabar. (arl/r10)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka